Senin, 21 Maret 2011

makalah awal dan akhir masa kanak kanak

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Akhir masa kanak-kanak (late childhood) berlangsung dari usia 6 tahun sampai tiba saatnya individu menjadi matang secara seksual. Pada awal dan akhir, masa akhir kanak-kanak di tandai dengan masuknya anak ke kelas satu. Bagi sebagian besar anak, hal ini merupakan perubahan besar dalam pola kehidupan anak, juga bagi anak yang telah pernah mengalami situasi prasekolah selama satu tahun. Sementara, menyesuaikan diri dengan tuntutan dan harapan baru dari kelas satu, kebanyakan anak berada dalam keadaan tidak seimbang. Anak mengalami gangguan emosional sehingga sulit untuk hidup bersama dan bekerjasama. Masuk kelas satu, merupakan peristiwa penting bagi kehidupan setiap anak sehingga dapat mengakibatkan perubahan dalam sikap, nilai, dan perilaku.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana cirri ciri awal masa kanak kanak?
2.      Apa saja perkembangan fisik pada awal masa kanak kanak?
3.      Tugas apa saja pada awal masa kanak kanak?
4.      Apa saja factor yang mempengaruhi banyaknya anak berbicara?
5.      Mengapa hubungan antara keluarga penting pada awal masa kanak kanak?

C.    Tujuan Penulisan
Makalah ini dibuat guna memenuhi tugas mata kuliah perkembangan dan bimbingan peserta didik  dan untuk menambah wawasan kita mengenai masa akhir kanak-kanak yag membawa banyak perubahan terhadap sikap anak.

D.    Metode Penulisan
Dalam pembuatan makalah ini, kami menggnakan proses pencarian terhadap buku-buku yang relevan terhadap pembahasan akhir masa kanak-kanak, selain itu kami juga mengadakan searching di website untuk mencari bahan yang sesuai dengan makalah ini.



BAB II
PEMBAHASAN

A.   Awal Masa Kanak-Kanak
Pada umumnya orang berpendapat bahwa pada masa kanak-kanak merupakan masa yang terpanjang dalam rentang kehidupan. Masa kanak-kanak dimulai setelah melewati masa bayi yang penuh ketergantungan, yakni kira-kira usia dua tahun sampai anak matang secara seksual, kira-kira 13 tahun untuk wanita dan 14 tahun untuk pria. Setelah anak matang secara seksual, maka ia disebut remaja.
Secara luas diketahui bahwa masa kanak-kanak dibagi menjadi dua periode yang berbeda, yaitu awal dan akhir masa kanak-kanak.Periode awal berlangsung dari umur dua sampai enam tahun dan periode akhir dari enam sampai tiba saatnya anak matang secara seksual.
Garis pemisah antara awal dan akhir masa kanak-kanak, yaitu pertama, pemisahan ini khususnya digunakan untuk anak-anak yang sebelum mencapai usia wajib belajar diperlakukan sangat berbeda dari usia yang sudah masuk sekolah. Kedua, kanak-kanak pada usia enam tahun itu adalah efek dari faktor-faktor sosial.
1.      Ciri-Ciri  dan Tugas Pada Awal Masa Kanak-Kanak
a.       Ciri ciri Pada Awal Masa Kanak-Kanak
Ciri dari periode awal masa kanak-kanak tercermin dalam sebutan yang biasanya diberikan oleh para orang tua, pendidik, dan ahli psikologi.
a)      Sebutan yang Digunakan Orang Tua
Sebagian besar orang tua menganggap awal masa kanak-kanak sebagai usia yang mengundang masalah atau usia sulit.
b)         Sebutan yang Digunakan Para Pendidik
Para pendidik menyebut tahun-tahun awal masa kanak-kanak  sebagai usia prasekolah.
c)      Sebutan yang Digunakan Para Ahli Psikolog
Para ahli psikologi menggunakan sejumlah sebutan yang berbeda :
·     Usia kelompok
·     Usia menjelajah
·     Usia meniru
b.      Tugas Dalam Perkembangan Pada Awal Masa Kanak-Kanak
Meskipun dasar dari tugas dalam perkembangan yang diharapkan sudah dikuasai anak sebelum mereka masuk sekolah diletakan selama masa bayi, tetapi masih banyak yang harus dipelajari dalam waktu empat tahun yaitu dalam periode awal masa kanak kanak yang relatif singkat.
2.      Perkembangan Fisik dan Kebiasaan Psilogis
a.       Perkembangan Fisik
Awal masa kanak-kanak merupakan masa pertumbuhan yang relatif seimbang meskipun terdapat perbedaan musim, bulan Juli sampai pertengahan Desember merupakan saat yang terbaik untuk peningkatan berat badan April sampai pertengahan Agustus untuk peningkatan tinggi tubuh.perkembangan fisik anak pada awal masa kanak kanak meliputi:Tinggi,Berat,Perbandingan Tubuh,Postur Tubuh,Tulang dan Otot,Lemak,Gigi
b.      Kebiasaan Fsiologis
Dalam awal masa kanak kanak, kebiasaan fsiologis yang dasarnya sudah diletakan pada masa bayi menjadi semakin baik. Tidak perlu disediakan makanan khusus dan anak belajar makan pada waktu waktu tertentu.Anak-anak usia tiga tahun tidur sekitar dua belas jam sehari. Tahun-tahun berikutnya jumlah tidur sehari-hari rata-rata berkurang sekitar setengah jam dari tahun sebelumnya.
3.      Keterampilan dan Kemajuan Pada Awal Masa Kanak-Kanak
a.       Keterampilan Awal Masa Kanak-Kanak
Pertama, anak sedang mengulang-ulang dan karenanya dengan senang hati mau mengulangsuatu aktivitas sampai mereka terampil melakukannya. Kedua, anak-anak bersifat pemberani sehingga tidak terhambat oleh rasa takut kalau dirinya mengalami sakit atau di ejek teman-temannya sebagaimana ditakuti anak yang lebih besar. Dan ketiga, anak belia mudah dan cepat belajar karena tubuh mereka masih sangat lentur dan keterampilan yang dimiliki baru sedikit sehingga keterampilan yang baru dikuasai tidak mengganggu keterampilan yang sudah ada.  Keterampilan khusus yang dimiliki pada awal masa anak-kanak yaitu:
·            Keterampilan tangan
·            Keterampilan kaki
b.      Kemajuan Berbicara Dalam Awal Masa Kanak-Kanak
Selama awal masa kanak-kanak, anak-anak memiliki keinginan yang kuat untuk belajar berbicara. Hal ini disebabkan dua hal. Pertama, belajar berbicara merupakan sarana pokok dalam sosialisasi. Kedua, belajar berbicara merupakan sarana untuk memperoleh kemandirian.Tugas dalam belajar bicara pada awal masa kanak-kanak yaitu:Pengucapan kata-kata,Menambah kosa kata,Membentuk kalimat.sertaFaktor-faktor yang mempengaruhi banyaknya anak berbicara yaitu:Intelegensi,Jenis disiplin,Posisi urutan,Besarnya keluarga,Status sosial ekonomi,Status  ras,Berbahasa dua,Penggolongan peran-seks
4.      Emosi dan Sosioalisasi Awal Masa Kanak-Kanak
a.       Emosi Awal Masa Kanak-Kanak
Selama awal masa kanak kanak emosi sangat kuat .saat ini merupakan saat ketidakseimbangan karena anak anak keluar dari focus dalam arti bahwa ia mudah terbawa ledakan ledakan emosional sehingga sulit dibimbing dan diarahkan. terutama pada usia 2,5 sampai 3,5 dan 5,5 sampai 6,5 tahun.Emosi yang Umum Pada Awal Masa Kanak-kanak  yaitu:Amarah, Takut, Cemburu, Ingin tahu, Iri hati, Gembira, Sedih, Kasih saying.
b.      Sosialisasi Awal Masa Kanak-Kanak
Salah satu tugas perkembangan awal masa kanak –kanak yang penting adalah latihan dan pengalaman pendahuluan yang di perlukan untuk manjadi anggota kelompok dalam akhir masa kanak- kanak.Jadi awal masa kanak kanak di sebut sebagai masa prakelompok .
Dengan meningkatnya sosial ,anak terlibat dalam bermain kooperatip ,dimana ia menjadi anggota kelompok dan saling beriteraksi. Pola Perilaku Sosial yang tejadi antara lain Meniru ,Persaingan ,Kerja sama , Simpati, Empati, Dukungan social, Membagi, Perilaku akrab.dan Pola tidak social yang terjadi antara lain yaitu: Agresif, Perilaku berkuasa, Memikirkan diri sendiri, Mementingkan Diri sendiri, Merusak, Pertentangan Sex, Prasangka.
5.      Bermain dan Pengembangan Pengertian Pada Awal Masa Kakak-Kanak
a.       Bermain Paada Awal Masa Kanak-kanak
Massa awal kanak-kanak sering disebut sebagai  tahap main mainan, karena dalam periode ini hamper semua permainan menggunakan mainan.Minat bermain anak anak mengikuti suatu pola yang sangat dipengaruhi oleh kematangan dalam bentuk permainan tertentu dan oleh lingkungan dimana ia dibesarkan.
Ada bermacam macam Pola Bermain Awal Masa Kanak-kanak yaitu: Bermain dengan mainan, Dramatisasi, Konstruksi, Permainan, Membaca, Film, Radio, dan Televisi.
Anak yang kreatif  menghabiskan sebagian besar waktu bernain untuk menciptakan sesuatu yang orisinal dari mainan-mainan dan alat-alat bermain, sedangkan anak yang tidak kreatif mengikuti pola yang sudah dibuat oleh orang lain.
b.      Perkembangan Pengertian
Dalam masa ini anak anak mulai memperhatikan hal hal kecil yang tadinya tidak diperhatikan. dengan demikian anak anak tidak lagi mudah bingung kalau menghadapi benda benda,situasi atau orang orang yang jadi lebih khusus dan lebih berarti bagi dirinya. konsep umum yang berkembang selama masa awal kanak kanak yaitu: kehidupan, kematian, fungsi tubuh, ruang,berat, bilangan, waktu, diri sendiri, kesadaran social, keindahan, dan kelucuan.
6.      Minat dan golongan peran seks
a.       Minat
Ada beberapa minat yang berlaku umum diantara anak-anak dalam kebudayaan Amerika masa kini. Minat-minat ini meliputi minat [ada Agama, tubuh manusia, diri sendiri, sek, dan pakaian.
·         Minat pada Agama 
Keyakinan agama, sebagian besar tidak terarah lagi anak-anak meskipun mereka menunjukan minat dalam ibadah agama. Tetapi karena banyaknya maslah kepada anak maka dijelaskan agama seperti kelahiran, kematian, pertumbuhan, dan unsur-unsurnya dengan mengetahui itu semua maka keinginan akan mengetahui tentang masalah-masalah agama menjadi besar dan merekapun akan menajukan banyak pertanayaan
·         Minat pada tubuh manusia
Minat timbul terlebih dahulu pada anggota bagian luar tubuh daripada minat pada bagian dalam tubuh. Tapi sebelum periode iut berakhir, kebanyakan anak menunjukan minat biar pada bagian dalam tubuh dan ingin mengetahui jiwa apa fungsinya. 
b.      Penggolongan Peran Seks
Meskipun beberapa dasar dari penggolongan peran seks sudah diletakan pada masa akhir bayi, tetapi sebagian besar dasar ini diletakkan selama awal masa kanak-kanak.
Dalam tahap perkembangan pola ini, anak diharapkan menguasai dua aspek penting dari penggolongan seks yaitu:
·         Mempelajari Stereotip Peran-Seks
Stereotip peran seks adalah sekumpulan arti yang dihubngkan dengan kelompok laki-laki dan kelompok peraempuan. Arti ini berhubungan dengan penampilan dan bentuk tubub individu yang sesuaai, jenis pakaian, cara berbicara dan perilaku yang sesuai perilaku yang baik dalam menghadapi lawan seks dan cara yang sesuai untuk mencapai nafkah pada masa dewasa.
·         Perantara Penggolongan Peran Seks
Mempelajari stereotip peran seks tidak menjamin penggolongan peran seks. Anak-anak harus belajar untuk berperilaku sesuai dengan pola-pola yang digariskan dalam stereotip. Hal ini sebgaian dilakukan dengan meniru tetapi lebih banyak melalui latihan langsung  dimana anak diperlatihkan bagaimana menriu suatu model dan didorong melakukannya ataupun dimarahi kalau gagal melakukannya.
7.      Hubungan Keluarga dan Perkembangan Kepribadian Pada Awal Masa Kanak-Kanak
a.       Hubungan Keluarga
Sekalipun anak-anak sudah mulai bermain dengan anak-anak lain di luar rumah, keluarga masih merupakan pengaruuh sesialisasi yang terpenting. Tidak hanya lebih banyak kontak dengan anggota-anggota keluarga daripada dengan orang-orang lain tetapi hubungan itu lebih erat. Lebih hangat dan lebih bernada emosional. Hubungan kelaurga yang erat ini pengaruhnya lebih besar pada anak daripada pengaruh-pengaruh sosial lainnya. Namun demikian, berapa besar penagaruh dari anggota keluarga bergantung pada hubungan individualnya dengan anak.
Ø  Hubungan Orang Tua – Anak
Perubahan-perubahan dalam hubungan orang tua anak yang dimulai sejak tahun kedua masa bayi berlangsung terus selama awal masa kanak-kanak dan biasanya dalam tingkat yang lebih cepat.
Ø  Hubungan dengan Saudara
Hubungan yang menyenangkan antara bayi dan saudara-saudara mulai berkurang dalam tahun kehidupan kedua dan pada sat bayi menjadi anak-anak hubungan ini seringkali mengalami pergeseran. Adanya pergesekan hubungan ini tidak saja merusak suasana rumah tetapi juga mengganggu konsep diri anak. Anak-anak dipaksa merasa kurang mampu, apalagi kalau apa yang dicapai dikritik dan dicemoohkan oleh kakak-kakaknya.
Ø  Hubungan dengan Sanak Keluarga
Ada dua kondisi dalam hubungan dengan sanak keluarga sehingga dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak. Pertama, frekuensi hubungan. Kalau keluarga tinggal dalam masyarakat yang berbeda atau di kota atau negara yang berlainan maka hubungan antar anak dengan sanak akan jarang. Keuda peran anak saudara dalam kehidupan anak.

b.      Perkembangan Kepribadian
Pola kepribadian yang dasarnya telah diletakkan pada masa bayi, mulai berbentuk dalam awal masa kanak-kanak. Karena orang tua, saudara-saudara kandung dan sanak saudara yang lain merupakan dunia sosial bagi anak-anak, maka bagimana perasaan mereka kepada anak-anak dan bagimana perlakuan mereka merupakan faktor penting dalam pembentukan konsep diri, yaitu inti pola keperibadian. Inilah sebabanya mengapa Glasner mengatakan bahwa konsep diri anak “terbentuk dalam rahim hubungan keluarga”
8.       Bahaya dan Kebahagiaan Pada Awal Masa Kanak-Kanak
a.       Bahaya Pada Awal Masa Kanak-Kanak  
Bahaya psikologis  pada awal  kanak-kanak lebih banyak dari pada bahaya fisik dan lebih merusak penyesuaian pribadi serta  penyesuaian social fisik
·         BahkayafisikmeliputiKematian,Penyakit,Kecelakaan,Tidak menarik,Kejanggalan,Kegemukan,Tangan Kidal
·         Bahaya psikologis meliputi Bahaya dalam Berbicara, Bahaya Emosional, Bahaya Sosial, Bahaya Bermain, Bahaya dalam Perkembangan Konsep, Bahaya Moral, Bahaya dalam penggolongan Peran Seks, Bahaya dalam Hubungan Keluarga, Bahaya Kepribadian
b.      Kebahagiaan Selama Awal Masa Kanak-Kanak
Beberapa kondisi penting yang mendukung kebahagiaan dalam awal masa kana-kanak yaitu:Kesehatan yang baik, Lingkungan yang merangsang, Kebijakan dalam menegakan disiplin, Perilaku kekanak-kanakan, Mengembangkan ekspresi-ekpresi  kasih saying, Harapan-harapan yang realistis sesuai dengan kemampuan anak, Mendorong kreativitas dalam bermain, Diterima oleh saudara-saudara kandung dan teman bermain, Suasana gembira dan bahagia di rumah, Prestasi dalm kegiatan yang penting bagi anak.

B.     Akhir Masa Kanak Kanak
Akhir masa kanak-kanak yang berlangsung dari enam tahun sampai sepuluh tahun sampai dengan anak mengalami kematangan seksual yaitu sekitar tiga belas tahun bagi anak perempuan dan empat belas tahun agi anak laki-laki, oleh oang tua disebut sebagai ‘usia yang menyulitkan, tidak rapi, atau usia bertengkar, oleh para pendidik disebut sebagai usia berkelompok, usia penyesuaian, atau usia kreatif. Pertumbuhan fisik yang lambat pada ahir masa kanak-kanak dipengaruhi oleh kesehatan, gizi, imunisasi, sex, dan intelegensi.
Peraihan dari masa akhir  kanak-kanak ke masa awal pubertas dapat dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Seorang anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi.
  2. Anak mulai bersikap kritis.
1.      Faktor yang dapat mempengarui pertumbuhan dan perkembangan anak adalah sebagai berikut:
a.       Faktor heredokonstusionil
Gen yang terdapat di dalam nukleus dari telur yang dibuahi pada masa embrio mempunyai sifat tersendiri pada tiap individu. Manifestasi hasil perbedaan antara gen ini dikenal sebagai hereditas. DNA yang membentuk gen mempunyai peranan penting dalam transmisi sifat-sifat herediter. Timbulnya kelainan familial, kelainan khusus tertentu, tipe tertentu dan dwarfism adalah akibat transmisi gen yang abnormal..Sifat-sifat emosionil seperti perasaan takut, kemauan dan temperamen lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan dibandingkan dengan hereditas.
b.       Faktor lingkungan
§  Gizi (defisiensi vitamin, jodium dan lain-lain).Dengan menghilangkan vitamin tertentu dari dalam makanan binatang yang sedang hamil, Warkany menemukan kelainan pada anak binatang tersebut. kurang makanan selama kehamilan dapat meningkatkan angka kelahiran mati dan kematian neonatal.
§  Mekanis (pita amniotik, ektopia, posisi fetus yang abnormal, trauma, oligohidroamnion).
§  Endokrin (diabetes mellitus pada ibu, hormon yang dimakan, umur tua dan lain-lain).
§  Radiasi (sinar Rontgen, radium dan lain-lain).Pemakaian radium dan sinar Rontgen yang tidak mengikuti aturan dapat mengakibatkan kelainan pada fetus.
§  Infeksi (trimester I: rubella dan mungkin penyakit lain, trimester II dan berikutnya: toksoplasmosis, histoplasmosis, sifilis dan lain-lain).
§  Anoksia embrio (gangguan fungsu plasenta)Keadaan anoksia pada embrio dapat mengakibatkan pertumbuhannya terganggu.
2.      Perkembangan sosial pada akhir masa kanak-kanak
Pada saat anak memasuki masa sekolah, maka ia melakukan hubungan yang lebih banyak dengan anak lain, berbeda pada waktu masa prasekolah. Pada waktu masa sekolah, anak memasuki usia ‘gang’, yaitu usia yang pada saat itu kesadaran sosial berkembang dengan pesat. Dalam hal ini anak memasuki tahap menjadi anggota suatu kelompok teman sebaya yang secara bertahap menggantikan keluarga dalam mempengaruhi perilaku. Menurut Havighurst ‘kelompok teman sebaya’ didefinisikan sebagai suatu kumpulan yang kurang lebih berusia sama yang berfikir dan bertindak bersama-sama.
Geng pada umumnya adalah kelompok bermain yang terdiri atas anak-anak yang mempunyai minat, dan tujuan yang sama yaitu untuk bersenang-senang.
Ciri-ciri khas Geng Anak :
·         Geng di kenal kaena namanya, yang kebanyakan diantaranya di ambil dari nama jalan atau blok tempat tinggal para anggota, atau dari buku komik, dan film populer.
·         Anggota Geng menggunakan isyarat, kata teguran dan kode komunitas rahasia.
·         Geng anak sering menggunakan tanda pengenal, dengan atribut untuk mengenal anggotanya.
·         Aktifitas geng meliputi semua bentuk permainan dan hiburan kelompok, membuat sesuatu, menganaggu oranglain, dll.
3.      Perubahan-perubahan dan efek dalam hubungan keluarga pada akhir masa kanak-kanak
Kemerosotan dalam hubngan keluarga yang di mulai pada bagian akhir masa bayi terus berlangsung pada akhir masa kanak-kanak, hal ini yang menyebabkan perasaan tidak aman dan tidak bahagia. Dimana terjadi hubungan baik terhadap anak dan orangtua dan sanak saudara, dan tampaknya anak lebih menyukai pertemuan-pertemuan dalam keluarga. Namun sebenarnya anak lebih senang berhubungan dengan teman-temannya sendiri dan bersikap kritis serta membenci orang tua dan sanak keluarga yang lain.
a.    Efek dari hubungan keluarga
Pengaruh yang mendalam dari hubungan anak dan keluarga jelas terlihat daam bidang  kehidupan sebagai berikut :
Ø  Pekerjaan di sekolah dan sikap anak terhadap sekolah sangat di pengaruhi oleh hubungannya dengan anggota keluarga. Hubungan keluarga sehat dapat menimbulkan dorongan untuk berprestasi, sedangkan hubungan keluarga yang tidak sehat dapat memberi efek yang buruk terhadap kemampuan berkonsentrasi anak.
Ø  Hubungan keluarga dapat mempengaruhi penyesuaian diri secara social di luar rumah.
Ø  Peran yang dimainkan di rumah menentukan peran di luar rumah.
Ø  Jenis metode pelatihan anak yang digunakan di rumah mempengaruhi peran anak.
Ø  Cita-cita dan prestasi anak di berbagai bidang sangat di pengaruhi oleh sikap orang tua.
Ø  Apakah anak akan bersikap kreatif atau bersikap konformistis dalam perilaku sangat di pengaruhi oleh pelatihan di rumah.
Ø  Hubungan keluarga sangat besar pengaruhnya dalam perkembangan kepribadian anak-anak. Pendangan anak-anak tentang diri mereka sendiri merupakan cerminan langusng dari apa yang di nilai dan cara mereka di perlakukan oleh anggota-anggota keluarga.
4.      Perubahan-perubahan kepribadian
Dengan meluasnya cakrawala sosial pada saat anak masuk sekolah, banyak faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadiannya. Perubahan ini tidak hanya terjadi ada konsep diri, tetapi juga pada sifat-sifat orang lain yang di nilai dan di kagumi dan juga perubahan-perubahan yang terjadi pada sifat anak itu sendiri.
a.       Konsep diri ideal
Menjelang berakhirnya masa kanak-kanak, anak mulai mengagumi tokoh-tokoh dalam sejarah, cerita khayal, kemudian anak membentuk konsep diri yang ideal seperti tokoh yang diinginkannya.
b.      Mencari Identitas
Anak-anak pada umumnya memasuki periode akhir masa kanak-kanak dan berminat dalam keanggotaan kelompok, mereka sangat ingin menyesuaikan mulai dari gaya berbicara sampai dengan standar penampilan yang di tetapkan kelompok tersebut. Karena mereka takut kehilangan dukungan dari anggota kelompok, mereka berusaha meniru namun kadang-kadang berlebihan. 
5.      Bahaya dan Kebahagiaan pada masa akhir kanak-kana
a.    Bahaya pada  akhir masa kanak kanak
·         Bahaya fisik
Bahaya fisik meliputi :Perubahan bentuk tubuh, Bentuk tubuh yang tidak sesuai, Kecelakaan, Ketidakmampuan fisik, Rasa canggung, dan Kesederhanaan.
·         Bahaya Psikologis
Bahaya Psikologiyaitu:Cemas, Emosinya tidak stabil, Tidak percaya diri, Selalu membandingkan keadaan dirinya dengan orang lain. 
b.    Kebahagiaan pada masa akhir kanak-kanak
Akhir masa kanak-kanak dapat dan harus merupakan periode bahgaia dalam rentang kehidupan. Meskipun periode ini bukan masa yang sepenuhnya gembira karena anak di harapkan memikul tambahan tanggung jawab di sekolah dan tambahan di rumah, keberhasilan dalam melaksanakan tanggung jawab ini, terlebih yang dianggap penting oleh orang-orang akan menambah kebahagiaan.
Anak memiliki kesempatan yang luas untuk bermain dan untuk memperoleh alat bermain yang dibutuhkan seperti teman-teman sebayanya, kecuali kalau timbul kondisi yang luar biasa.
Anak yang berbahagia pada akhir masa kanak-kanak belum tentu merasa bahagia pada tahap-tahap selanjutnya, tetapi kondisi-kondisi yang menimbulkan kebahagiaan dalam periode ini juga akan menimbulkan kebahagiaan pada periode berikutnya.
Sekalipun kebahagiaan yang dialami pda periode ini tidak emnjamin kebahagiaan seumur hidup, tetapi kondisi-kondisi yang menimbulkan kebahagiaann akan terus memberikan kebahagiaan pada tahun-tahun berikutnya, terutama bila tiga faktor kebahagiaan terpenuhi, yaitu penerimaan/dukungan, kasih sayang, dan prestasi.



BAB III
PENUTUP

Rentang waktu akhir masa kanak-kanak ternyata mempunyai ukuran tersendiri untuk setiap individu sampai dirinya matang secara seksual, biasanya rentang waktu antara enam sampai tiga belas tahun untuk anak perempuan dan enam sampai empat belas tahun untuk anak laki-laki. Mengapa setiap individu tidak sama proses akhir pematangan seksualnya, hal ini disebabkan oleh berbedanya kandungan hormon setiap manusia. Untuk mereka yang kandungan hormonnya banyak maka dapat di pastikan anak ini akan mencapai kematangan seksual pada usia yang lebih cepat.
Masa akhir kanak-kanak menjadi begitu significant untuk di bahas karena didalamnya terdapat beberapa hal seperti perubahan-perubahan kepribadian, pencarian identitas, dan memulai adanya peniruan terhadap konsep diri. Di rentang akhir masa kanak-kanak juga terdapat beberapa bahaya seperti :
Bahaya pada akhir masa kanak-kanak
a.       Bahaya fisik
Bahaya fisik meliputi :Perubahan bentuk tubuh, Bentuk tubuh yang tidak sesuai, Kecelakaan, Ketidakmampuan fisik, Rasa canggung, dan Kesederhanaan.
b.      Bahaya Psikologis
Bahaya Psikologiyaitu:Cemas, Emosinya tidak stabil, Tidak percaya diri, Selalu membandingkan keadaan dirinya dengan orang lain. 
            Yang menjadikannya begitu penting untuk kita bahas. Secara ringkas, banyak sekali perubahan yang terjadi pada akhir masa kanak-kanak baik itu secara fisik maupun psikis, perubahan dan pertumuhan ini disebabkan oleh dua faktor yaitu :
1.      Faktor heredokonstitusionil
2.      Faktor lingkungan (pranatal dan pascanatal)


DAFTAR PUSTAKA


Hurlock, Elizabeth B. Psikologi Perkembangan, Jakarta : Erlangga Edisi Kelima





AWAL DAN AKHIR MASA KANAK KANAK


Disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah
Pengembangan dan Bimbingan Peserta Didik






logo stkip.jpg







Disusun Oleh:

NAMA      : ISMA HADIYANTI
NIM          : 10512009                       
KELAS     : 1-C







JURUSAN MATEMATIKA

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP)GARUT
2011

KATA PENGANTAR



Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena merkat rahmat dan karunianya saya dapat menyelesaikan makalah  “Awal dan Akhir Masa Kanak-kanak” ini tepat pada waktu yang telah ditentukan.yang akan digunakan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengembangan dan Bimbingan Peserta Didik.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membutuhkannya.
Namun makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,segala kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk masa yang akan datang.



Garut,   Maret 2011
Penulis



i
 

 


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...........................................................................................       i
DAFTAR ISI ..........................................................................................................      ii
BAB       I     PENDAHULUAN 
A. . Latar Belakang ...........................................................................      1
B.  Rumusan Masalah .......................................................................      1
C.  Tujuan .........................................................................................      1
D. . Metode penulisan .......................................................................      1
BAB     II     PEMBAHASAN
A.      Awal Masa Kanak-Kanak  .........................................................      2
1.      Ciri dan Tugas pada Awal Masa Kanak-kanak ....................      2
2.      Perkembangan Fisik dan Kebiasaan Psikologis ....................      3
3.      Keterampilan dan Kemajuan pada Awal Masa Kanak-kanak     3
4.      Emosi dan Sosialisasi pada Awal Masa Kanak-kanak .........      4
5.      Bermain dan Pengembangan Pengertian ..............................      4
6.      Minat dan Golongan Peran Seks ..........................................      5
7.      Hubungan Keluarga dan Perkembangan Kepribadian .........      6
8.      Bahaya dan Kebahagiaan pada Awal Masa Kanak-kanak ...      7
B.       Akhir Masa Kanak-Kanak ..........................................................      7
1.      Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan   8
2.      Perkembangan Sosial pada Akhir Masa Kanak-kanak .........      8
3.      Perubahan dan Efek dalam Hubungan Keluarga .................      9
4.      Perubahan-perubahan Kepribadian .......................................    10
5.      Bahaya dan Kebahagiaan pada Akhir Masa Kanak-kanak ..    10
BAB    III     PENUTUP
                     Kesimpulan ........................................................................................    12

ii
 


ii
 
DAFTAR PUSTAKABAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Akhir masa kanak-kanak (late childhood) berlangsung dari usia 6 tahun sampai tiba saatnya individu menjadi matang secara seksual. Pada awal dan akhir, masa akhir kanak-kanak di tandai dengan masuknya anak ke kelas satu. Bagi sebagian besar anak, hal ini merupakan perubahan besar dalam pola kehidupan anak, juga bagi anak yang telah pernah mengalami situasi prasekolah selama satu tahun. Sementara, menyesuaikan diri dengan tuntutan dan harapan baru dari kelas satu, kebanyakan anak berada dalam keadaan tidak seimbang. Anak mengalami gangguan emosional sehingga sulit untuk hidup bersama dan bekerjasama. Masuk kelas satu, merupakan peristiwa penting bagi kehidupan setiap anak sehingga dapat mengakibatkan perubahan dalam sikap, nilai, dan perilaku.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana cirri ciri awal masa kanak kanak?
2.      Apa saja perkembangan fisik pada awal masa kanak kanak?
3.      Tugas apa saja pada awal masa kanak kanak?
4.      Apa saja factor yang mempengaruhi banyaknya anak berbicara?
5.      Mengapa hubungan antara keluarga penting pada awal masa kanak kanak?

C.    Tujuan Penulisan
Makalah ini dibuat guna memenuhi tugas mata kuliah perkembangan dan bimbingan peserta didik  dan untuk menambah wawasan kita mengenai masa akhir kanak-kanak yag membawa banyak perubahan terhadap sikap anak.

D.    Metode Penulisan
Dalam pembuatan makalah ini, kami menggnakan proses pencarian terhadap buku-buku yang relevan terhadap pembahasan akhir masa kanak-kanak, selain itu kami juga mengadakan searching di website untuk mencari bahan yang sesuai dengan makalah ini.



BAB II
PEMBAHASAN

A.   Awal Masa Kanak-Kanak
Pada umumnya orang berpendapat bahwa pada masa kanak-kanak merupakan masa yang terpanjang dalam rentang kehidupan. Masa kanak-kanak dimulai setelah melewati masa bayi yang penuh ketergantungan, yakni kira-kira usia dua tahun sampai anak matang secara seksual, kira-kira 13 tahun untuk wanita dan 14 tahun untuk pria. Setelah anak matang secara seksual, maka ia disebut remaja.
Secara luas diketahui bahwa masa kanak-kanak dibagi menjadi dua periode yang berbeda, yaitu awal dan akhir masa kanak-kanak.Periode awal berlangsung dari umur dua sampai enam tahun dan periode akhir dari enam sampai tiba saatnya anak matang secara seksual.
Garis pemisah antara awal dan akhir masa kanak-kanak, yaitu pertama, pemisahan ini khususnya digunakan untuk anak-anak yang sebelum mencapai usia wajib belajar diperlakukan sangat berbeda dari usia yang sudah masuk sekolah. Kedua, kanak-kanak pada usia enam tahun itu adalah efek dari faktor-faktor sosial.
1.      Ciri-Ciri  dan Tugas Pada Awal Masa Kanak-Kanak
a.       Ciri ciri Pada Awal Masa Kanak-Kanak
Ciri dari periode awal masa kanak-kanak tercermin dalam sebutan yang biasanya diberikan oleh para orang tua, pendidik, dan ahli psikologi.
a)      Sebutan yang Digunakan Orang Tua
Sebagian besar orang tua menganggap awal masa kanak-kanak sebagai usia yang mengundang masalah atau usia sulit.
b)         Sebutan yang Digunakan Para Pendidik
Para pendidik menyebut tahun-tahun awal masa kanak-kanak  sebagai usia prasekolah.
c)      Sebutan yang Digunakan Para Ahli Psikolog
Para ahli psikologi menggunakan sejumlah sebutan yang berbeda :
·     Usia kelompok
·     Usia menjelajah
·     Usia meniru
b.      Tugas Dalam Perkembangan Pada Awal Masa Kanak-Kanak
Meskipun dasar dari tugas dalam perkembangan yang diharapkan sudah dikuasai anak sebelum mereka masuk sekolah diletakan selama masa bayi, tetapi masih banyak yang harus dipelajari dalam waktu empat tahun yaitu dalam periode awal masa kanak kanak yang relatif singkat.
2.      Perkembangan Fisik dan Kebiasaan Psilogis
a.       Perkembangan Fisik
Awal masa kanak-kanak merupakan masa pertumbuhan yang relatif seimbang meskipun terdapat perbedaan musim, bulan Juli sampai pertengahan Desember merupakan saat yang terbaik untuk peningkatan berat badan April sampai pertengahan Agustus untuk peningkatan tinggi tubuh.perkembangan fisik anak pada awal masa kanak kanak meliputi:Tinggi,Berat,Perbandingan Tubuh,Postur Tubuh,Tulang dan Otot,Lemak,Gigi
b.      Kebiasaan Fsiologis
Dalam awal masa kanak kanak, kebiasaan fsiologis yang dasarnya sudah diletakan pada masa bayi menjadi semakin baik. Tidak perlu disediakan makanan khusus dan anak belajar makan pada waktu waktu tertentu.Anak-anak usia tiga tahun tidur sekitar dua belas jam sehari. Tahun-tahun berikutnya jumlah tidur sehari-hari rata-rata berkurang sekitar setengah jam dari tahun sebelumnya.
3.      Keterampilan dan Kemajuan Pada Awal Masa Kanak-Kanak
a.       Keterampilan Awal Masa Kanak-Kanak
Pertama, anak sedang mengulang-ulang dan karenanya dengan senang hati mau mengulangsuatu aktivitas sampai mereka terampil melakukannya. Kedua, anak-anak bersifat pemberani sehingga tidak terhambat oleh rasa takut kalau dirinya mengalami sakit atau di ejek teman-temannya sebagaimana ditakuti anak yang lebih besar. Dan ketiga, anak belia mudah dan cepat belajar karena tubuh mereka masih sangat lentur dan keterampilan yang dimiliki baru sedikit sehingga keterampilan yang baru dikuasai tidak mengganggu keterampilan yang sudah ada.  Keterampilan khusus yang dimiliki pada awal masa anak-kanak yaitu:
·            Keterampilan tangan
·            Keterampilan kaki
b.      Kemajuan Berbicara Dalam Awal Masa Kanak-Kanak
Selama awal masa kanak-kanak, anak-anak memiliki keinginan yang kuat untuk belajar berbicara. Hal ini disebabkan dua hal. Pertama, belajar berbicara merupakan sarana pokok dalam sosialisasi. Kedua, belajar berbicara merupakan sarana untuk memperoleh kemandirian.Tugas dalam belajar bicara pada awal masa kanak-kanak yaitu:Pengucapan kata-kata,Menambah kosa kata,Membentuk kalimat.sertaFaktor-faktor yang mempengaruhi banyaknya anak berbicara yaitu:Intelegensi,Jenis disiplin,Posisi urutan,Besarnya keluarga,Status sosial ekonomi,Status  ras,Berbahasa dua,Penggolongan peran-seks
4.      Emosi dan Sosioalisasi Awal Masa Kanak-Kanak
a.       Emosi Awal Masa Kanak-Kanak
Selama awal masa kanak kanak emosi sangat kuat .saat ini merupakan saat ketidakseimbangan karena anak anak keluar dari focus dalam arti bahwa ia mudah terbawa ledakan ledakan emosional sehingga sulit dibimbing dan diarahkan. terutama pada usia 2,5 sampai 3,5 dan 5,5 sampai 6,5 tahun.Emosi yang Umum Pada Awal Masa Kanak-kanak  yaitu:Amarah, Takut, Cemburu, Ingin tahu, Iri hati, Gembira, Sedih, Kasih saying.
b.      Sosialisasi Awal Masa Kanak-Kanak
Salah satu tugas perkembangan awal masa kanak –kanak yang penting adalah latihan dan pengalaman pendahuluan yang di perlukan untuk manjadi anggota kelompok dalam akhir masa kanak- kanak.Jadi awal masa kanak kanak di sebut sebagai masa prakelompok .
Dengan meningkatnya sosial ,anak terlibat dalam bermain kooperatip ,dimana ia menjadi anggota kelompok dan saling beriteraksi. Pola Perilaku Sosial yang tejadi antara lain Meniru ,Persaingan ,Kerja sama , Simpati, Empati, Dukungan social, Membagi, Perilaku akrab.dan Pola tidak social yang terjadi antara lain yaitu: Agresif, Perilaku berkuasa, Memikirkan diri sendiri, Mementingkan Diri sendiri, Merusak, Pertentangan Sex, Prasangka.
5.      Bermain dan Pengembangan Pengertian Pada Awal Masa Kakak-Kanak
a.       Bermain Paada Awal Masa Kanak-kanak
Massa awal kanak-kanak sering disebut sebagai  tahap main mainan, karena dalam periode ini hamper semua permainan menggunakan mainan.Minat bermain anak anak mengikuti suatu pola yang sangat dipengaruhi oleh kematangan dalam bentuk permainan tertentu dan oleh lingkungan dimana ia dibesarkan.
Ada bermacam macam Pola Bermain Awal Masa Kanak-kanak yaitu: Bermain dengan mainan, Dramatisasi, Konstruksi, Permainan, Membaca, Film, Radio, dan Televisi.
Anak yang kreatif  menghabiskan sebagian besar waktu bernain untuk menciptakan sesuatu yang orisinal dari mainan-mainan dan alat-alat bermain, sedangkan anak yang tidak kreatif mengikuti pola yang sudah dibuat oleh orang lain.
b.      Perkembangan Pengertian
Dalam masa ini anak anak mulai memperhatikan hal hal kecil yang tadinya tidak diperhatikan. dengan demikian anak anak tidak lagi mudah bingung kalau menghadapi benda benda,situasi atau orang orang yang jadi lebih khusus dan lebih berarti bagi dirinya. konsep umum yang berkembang selama masa awal kanak kanak yaitu: kehidupan, kematian, fungsi tubuh, ruang,berat, bilangan, waktu, diri sendiri, kesadaran social, keindahan, dan kelucuan.
6.      Minat dan golongan peran seks
a.       Minat
Ada beberapa minat yang berlaku umum diantara anak-anak dalam kebudayaan Amerika masa kini. Minat-minat ini meliputi minat [ada Agama, tubuh manusia, diri sendiri, sek, dan pakaian.
·         Minat pada Agama 
Keyakinan agama, sebagian besar tidak terarah lagi anak-anak meskipun mereka menunjukan minat dalam ibadah agama. Tetapi karena banyaknya maslah kepada anak maka dijelaskan agama seperti kelahiran, kematian, pertumbuhan, dan unsur-unsurnya dengan mengetahui itu semua maka keinginan akan mengetahui tentang masalah-masalah agama menjadi besar dan merekapun akan menajukan banyak pertanayaan
·         Minat pada tubuh manusia
Minat timbul terlebih dahulu pada anggota bagian luar tubuh daripada minat pada bagian dalam tubuh. Tapi sebelum periode iut berakhir, kebanyakan anak menunjukan minat biar pada bagian dalam tubuh dan ingin mengetahui jiwa apa fungsinya. 
b.      Penggolongan Peran Seks
Meskipun beberapa dasar dari penggolongan peran seks sudah diletakan pada masa akhir bayi, tetapi sebagian besar dasar ini diletakkan selama awal masa kanak-kanak.
Dalam tahap perkembangan pola ini, anak diharapkan menguasai dua aspek penting dari penggolongan seks yaitu:
·         Mempelajari Stereotip Peran-Seks
Stereotip peran seks adalah sekumpulan arti yang dihubngkan dengan kelompok laki-laki dan kelompok peraempuan. Arti ini berhubungan dengan penampilan dan bentuk tubub individu yang sesuaai, jenis pakaian, cara berbicara dan perilaku yang sesuai perilaku yang baik dalam menghadapi lawan seks dan cara yang sesuai untuk mencapai nafkah pada masa dewasa.
·         Perantara Penggolongan Peran Seks
Mempelajari stereotip peran seks tidak menjamin penggolongan peran seks. Anak-anak harus belajar untuk berperilaku sesuai dengan pola-pola yang digariskan dalam stereotip. Hal ini sebgaian dilakukan dengan meniru tetapi lebih banyak melalui latihan langsung  dimana anak diperlatihkan bagaimana menriu suatu model dan didorong melakukannya ataupun dimarahi kalau gagal melakukannya.
7.      Hubungan Keluarga dan Perkembangan Kepribadian Pada Awal Masa Kanak-Kanak
a.       Hubungan Keluarga
Sekalipun anak-anak sudah mulai bermain dengan anak-anak lain di luar rumah, keluarga masih merupakan pengaruuh sesialisasi yang terpenting. Tidak hanya lebih banyak kontak dengan anggota-anggota keluarga daripada dengan orang-orang lain tetapi hubungan itu lebih erat. Lebih hangat dan lebih bernada emosional. Hubungan kelaurga yang erat ini pengaruhnya lebih besar pada anak daripada pengaruh-pengaruh sosial lainnya. Namun demikian, berapa besar penagaruh dari anggota keluarga bergantung pada hubungan individualnya dengan anak.
Ø  Hubungan Orang Tua – Anak
Perubahan-perubahan dalam hubungan orang tua anak yang dimulai sejak tahun kedua masa bayi berlangsung terus selama awal masa kanak-kanak dan biasanya dalam tingkat yang lebih cepat.
Ø  Hubungan dengan Saudara
Hubungan yang menyenangkan antara bayi dan saudara-saudara mulai berkurang dalam tahun kehidupan kedua dan pada sat bayi menjadi anak-anak hubungan ini seringkali mengalami pergeseran. Adanya pergesekan hubungan ini tidak saja merusak suasana rumah tetapi juga mengganggu konsep diri anak. Anak-anak dipaksa merasa kurang mampu, apalagi kalau apa yang dicapai dikritik dan dicemoohkan oleh kakak-kakaknya.
Ø  Hubungan dengan Sanak Keluarga
Ada dua kondisi dalam hubungan dengan sanak keluarga sehingga dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak. Pertama, frekuensi hubungan. Kalau keluarga tinggal dalam masyarakat yang berbeda atau di kota atau negara yang berlainan maka hubungan antar anak dengan sanak akan jarang. Keuda peran anak saudara dalam kehidupan anak.

b.      Perkembangan Kepribadian
Pola kepribadian yang dasarnya telah diletakkan pada masa bayi, mulai berbentuk dalam awal masa kanak-kanak. Karena orang tua, saudara-saudara kandung dan sanak saudara yang lain merupakan dunia sosial bagi anak-anak, maka bagimana perasaan mereka kepada anak-anak dan bagimana perlakuan mereka merupakan faktor penting dalam pembentukan konsep diri, yaitu inti pola keperibadian. Inilah sebabanya mengapa Glasner mengatakan bahwa konsep diri anak “terbentuk dalam rahim hubungan keluarga”
8.       Bahaya dan Kebahagiaan Pada Awal Masa Kanak-Kanak
a.       Bahaya Pada Awal Masa Kanak-Kanak  
Bahaya psikologis  pada awal  kanak-kanak lebih banyak dari pada bahaya fisik dan lebih merusak penyesuaian pribadi serta  penyesuaian social fisik
·         BahkayafisikmeliputiKematian,Penyakit,Kecelakaan,Tidak menarik,Kejanggalan,Kegemukan,Tangan Kidal
·         Bahaya psikologis meliputi Bahaya dalam Berbicara, Bahaya Emosional, Bahaya Sosial, Bahaya Bermain, Bahaya dalam Perkembangan Konsep, Bahaya Moral, Bahaya dalam penggolongan Peran Seks, Bahaya dalam Hubungan Keluarga, Bahaya Kepribadian
b.      Kebahagiaan Selama Awal Masa Kanak-Kanak
Beberapa kondisi penting yang mendukung kebahagiaan dalam awal masa kana-kanak yaitu:Kesehatan yang baik, Lingkungan yang merangsang, Kebijakan dalam menegakan disiplin, Perilaku kekanak-kanakan, Mengembangkan ekspresi-ekpresi  kasih saying, Harapan-harapan yang realistis sesuai dengan kemampuan anak, Mendorong kreativitas dalam bermain, Diterima oleh saudara-saudara kandung dan teman bermain, Suasana gembira dan bahagia di rumah, Prestasi dalm kegiatan yang penting bagi anak.

B.     Akhir Masa Kanak Kanak
Akhir masa kanak-kanak yang berlangsung dari enam tahun sampai sepuluh tahun sampai dengan anak mengalami kematangan seksual yaitu sekitar tiga belas tahun bagi anak perempuan dan empat belas tahun agi anak laki-laki, oleh oang tua disebut sebagai ‘usia yang menyulitkan, tidak rapi, atau usia bertengkar, oleh para pendidik disebut sebagai usia berkelompok, usia penyesuaian, atau usia kreatif. Pertumbuhan fisik yang lambat pada ahir masa kanak-kanak dipengaruhi oleh kesehatan, gizi, imunisasi, sex, dan intelegensi.
Peraihan dari masa akhir  kanak-kanak ke masa awal pubertas dapat dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Seorang anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi.
  2. Anak mulai bersikap kritis.
1.      Faktor yang dapat mempengarui pertumbuhan dan perkembangan anak adalah sebagai berikut:
a.       Faktor heredokonstusionil
Gen yang terdapat di dalam nukleus dari telur yang dibuahi pada masa embrio mempunyai sifat tersendiri pada tiap individu. Manifestasi hasil perbedaan antara gen ini dikenal sebagai hereditas. DNA yang membentuk gen mempunyai peranan penting dalam transmisi sifat-sifat herediter. Timbulnya kelainan familial, kelainan khusus tertentu, tipe tertentu dan dwarfism adalah akibat transmisi gen yang abnormal..Sifat-sifat emosionil seperti perasaan takut, kemauan dan temperamen lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan dibandingkan dengan hereditas.
b.       Faktor lingkungan
§  Gizi (defisiensi vitamin, jodium dan lain-lain).Dengan menghilangkan vitamin tertentu dari dalam makanan binatang yang sedang hamil, Warkany menemukan kelainan pada anak binatang tersebut. kurang makanan selama kehamilan dapat meningkatkan angka kelahiran mati dan kematian neonatal.
§  Mekanis (pita amniotik, ektopia, posisi fetus yang abnormal, trauma, oligohidroamnion).
§  Endokrin (diabetes mellitus pada ibu, hormon yang dimakan, umur tua dan lain-lain).
§  Radiasi (sinar Rontgen, radium dan lain-lain).Pemakaian radium dan sinar Rontgen yang tidak mengikuti aturan dapat mengakibatkan kelainan pada fetus.
§  Infeksi (trimester I: rubella dan mungkin penyakit lain, trimester II dan berikutnya: toksoplasmosis, histoplasmosis, sifilis dan lain-lain).
§  Anoksia embrio (gangguan fungsu plasenta)Keadaan anoksia pada embrio dapat mengakibatkan pertumbuhannya terganggu.
2.      Perkembangan sosial pada akhir masa kanak-kanak
Pada saat anak memasuki masa sekolah, maka ia melakukan hubungan yang lebih banyak dengan anak lain, berbeda pada waktu masa prasekolah. Pada waktu masa sekolah, anak memasuki usia ‘gang’, yaitu usia yang pada saat itu kesadaran sosial berkembang dengan pesat. Dalam hal ini anak memasuki tahap menjadi anggota suatu kelompok teman sebaya yang secara bertahap menggantikan keluarga dalam mempengaruhi perilaku. Menurut Havighurst ‘kelompok teman sebaya’ didefinisikan sebagai suatu kumpulan yang kurang lebih berusia sama yang berfikir dan bertindak bersama-sama.
Geng pada umumnya adalah kelompok bermain yang terdiri atas anak-anak yang mempunyai minat, dan tujuan yang sama yaitu untuk bersenang-senang.
Ciri-ciri khas Geng Anak :
·         Geng di kenal kaena namanya, yang kebanyakan diantaranya di ambil dari nama jalan atau blok tempat tinggal para anggota, atau dari buku komik, dan film populer.
·         Anggota Geng menggunakan isyarat, kata teguran dan kode komunitas rahasia.
·         Geng anak sering menggunakan tanda pengenal, dengan atribut untuk mengenal anggotanya.
·         Aktifitas geng meliputi semua bentuk permainan dan hiburan kelompok, membuat sesuatu, menganaggu oranglain, dll.
3.      Perubahan-perubahan dan efek dalam hubungan keluarga pada akhir masa kanak-kanak
Kemerosotan dalam hubngan keluarga yang di mulai pada bagian akhir masa bayi terus berlangsung pada akhir masa kanak-kanak, hal ini yang menyebabkan perasaan tidak aman dan tidak bahagia. Dimana terjadi hubungan baik terhadap anak dan orangtua dan sanak saudara, dan tampaknya anak lebih menyukai pertemuan-pertemuan dalam keluarga. Namun sebenarnya anak lebih senang berhubungan dengan teman-temannya sendiri dan bersikap kritis serta membenci orang tua dan sanak keluarga yang lain.
a.    Efek dari hubungan keluarga
Pengaruh yang mendalam dari hubungan anak dan keluarga jelas terlihat daam bidang  kehidupan sebagai berikut :
Ø  Pekerjaan di sekolah dan sikap anak terhadap sekolah sangat di pengaruhi oleh hubungannya dengan anggota keluarga. Hubungan keluarga sehat dapat menimbulkan dorongan untuk berprestasi, sedangkan hubungan keluarga yang tidak sehat dapat memberi efek yang buruk terhadap kemampuan berkonsentrasi anak.
Ø  Hubungan keluarga dapat mempengaruhi penyesuaian diri secara social di luar rumah.
Ø  Peran yang dimainkan di rumah menentukan peran di luar rumah.
Ø  Jenis metode pelatihan anak yang digunakan di rumah mempengaruhi peran anak.
Ø  Cita-cita dan prestasi anak di berbagai bidang sangat di pengaruhi oleh sikap orang tua.
Ø  Apakah anak akan bersikap kreatif atau bersikap konformistis dalam perilaku sangat di pengaruhi oleh pelatihan di rumah.
Ø  Hubungan keluarga sangat besar pengaruhnya dalam perkembangan kepribadian anak-anak. Pendangan anak-anak tentang diri mereka sendiri merupakan cerminan langusng dari apa yang di nilai dan cara mereka di perlakukan oleh anggota-anggota keluarga.
4.      Perubahan-perubahan kepribadian
Dengan meluasnya cakrawala sosial pada saat anak masuk sekolah, banyak faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadiannya. Perubahan ini tidak hanya terjadi ada konsep diri, tetapi juga pada sifat-sifat orang lain yang di nilai dan di kagumi dan juga perubahan-perubahan yang terjadi pada sifat anak itu sendiri.
a.       Konsep diri ideal
Menjelang berakhirnya masa kanak-kanak, anak mulai mengagumi tokoh-tokoh dalam sejarah, cerita khayal, kemudian anak membentuk konsep diri yang ideal seperti tokoh yang diinginkannya.
b.      Mencari Identitas
Anak-anak pada umumnya memasuki periode akhir masa kanak-kanak dan berminat dalam keanggotaan kelompok, mereka sangat ingin menyesuaikan mulai dari gaya berbicara sampai dengan standar penampilan yang di tetapkan kelompok tersebut. Karena mereka takut kehilangan dukungan dari anggota kelompok, mereka berusaha meniru namun kadang-kadang berlebihan. 
5.      Bahaya dan Kebahagiaan pada masa akhir kanak-kana
a.    Bahaya pada  akhir masa kanak kanak
·         Bahaya fisik
Bahaya fisik meliputi :Perubahan bentuk tubuh, Bentuk tubuh yang tidak sesuai, Kecelakaan, Ketidakmampuan fisik, Rasa canggung, dan Kesederhanaan.
·         Bahaya Psikologis
Bahaya Psikologiyaitu:Cemas, Emosinya tidak stabil, Tidak percaya diri, Selalu membandingkan keadaan dirinya dengan orang lain. 
b.    Kebahagiaan pada masa akhir kanak-kanak
Akhir masa kanak-kanak dapat dan harus merupakan periode bahgaia dalam rentang kehidupan. Meskipun periode ini bukan masa yang sepenuhnya gembira karena anak di harapkan memikul tambahan tanggung jawab di sekolah dan tambahan di rumah, keberhasilan dalam melaksanakan tanggung jawab ini, terlebih yang dianggap penting oleh orang-orang akan menambah kebahagiaan.
Anak memiliki kesempatan yang luas untuk bermain dan untuk memperoleh alat bermain yang dibutuhkan seperti teman-teman sebayanya, kecuali kalau timbul kondisi yang luar biasa.
Anak yang berbahagia pada akhir masa kanak-kanak belum tentu merasa bahagia pada tahap-tahap selanjutnya, tetapi kondisi-kondisi yang menimbulkan kebahagiaan dalam periode ini juga akan menimbulkan kebahagiaan pada periode berikutnya.
Sekalipun kebahagiaan yang dialami pda periode ini tidak emnjamin kebahagiaan seumur hidup, tetapi kondisi-kondisi yang menimbulkan kebahagiaann akan terus memberikan kebahagiaan pada tahun-tahun berikutnya, terutama bila tiga faktor kebahagiaan terpenuhi, yaitu penerimaan/dukungan, kasih sayang, dan prestasi.



BAB III
PENUTUP

Rentang waktu akhir masa kanak-kanak ternyata mempunyai ukuran tersendiri untuk setiap individu sampai dirinya matang secara seksual, biasanya rentang waktu antara enam sampai tiga belas tahun untuk anak perempuan dan enam sampai empat belas tahun untuk anak laki-laki. Mengapa setiap individu tidak sama proses akhir pematangan seksualnya, hal ini disebabkan oleh berbedanya kandungan hormon setiap manusia. Untuk mereka yang kandungan hormonnya banyak maka dapat di pastikan anak ini akan mencapai kematangan seksual pada usia yang lebih cepat.
Masa akhir kanak-kanak menjadi begitu significant untuk di bahas karena didalamnya terdapat beberapa hal seperti perubahan-perubahan kepribadian, pencarian identitas, dan memulai adanya peniruan terhadap konsep diri. Di rentang akhir masa kanak-kanak juga terdapat beberapa bahaya seperti :
Bahaya pada akhir masa kanak-kanak
a.       Bahaya fisik
Bahaya fisik meliputi :Perubahan bentuk tubuh, Bentuk tubuh yang tidak sesuai, Kecelakaan, Ketidakmampuan fisik, Rasa canggung, dan Kesederhanaan.
b.      Bahaya Psikologis
Bahaya Psikologiyaitu:Cemas, Emosinya tidak stabil, Tidak percaya diri, Selalu membandingkan keadaan dirinya dengan orang lain. 
            Yang menjadikannya begitu penting untuk kita bahas. Secara ringkas, banyak sekali perubahan yang terjadi pada akhir masa kanak-kanak baik itu secara fisik maupun psikis, perubahan dan pertumuhan ini disebabkan oleh dua faktor yaitu :
1.      Faktor heredokonstitusionil
2.      Faktor lingkungan (pranatal dan pascanatal)


DAFTAR PUSTAKA


Hurlock, Elizabeth B. Psikologi Perkembangan, Jakarta : Erlangga Edisi Kelima





AWAL DAN AKHIR MASA KANAK KANAK


Disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah
Pengembangan dan Bimbingan Peserta Didik






logo stkip.jpg







Disusun Oleh:

NAMA      : ISMA HADIYANTI
NIM          : 10512009                       
KELAS     : 1-C







JURUSAN MATEMATIKA

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP)GARUT
2011

KATA PENGANTAR



Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena merkat rahmat dan karunianya saya dapat menyelesaikan makalah  “Awal dan Akhir Masa Kanak-kanak” ini tepat pada waktu yang telah ditentukan.yang akan digunakan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengembangan dan Bimbingan Peserta Didik.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membutuhkannya.
Namun makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,segala kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk masa yang akan datang.



Garut,   Maret 2011
Penulis



i
 

 


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...........................................................................................       i
DAFTAR ISI ..........................................................................................................      ii
BAB       I     PENDAHULUAN 
A. . Latar Belakang ...........................................................................      1
B.  Rumusan Masalah .......................................................................      1
C.  Tujuan .........................................................................................      1
D. . Metode penulisan .......................................................................      1
BAB     II     PEMBAHASAN
A.      Awal Masa Kanak-Kanak  .........................................................      2
1.      Ciri dan Tugas pada Awal Masa Kanak-kanak ....................      2
2.      Perkembangan Fisik dan Kebiasaan Psikologis ....................      3
3.      Keterampilan dan Kemajuan pada Awal Masa Kanak-kanak     3
4.      Emosi dan Sosialisasi pada Awal Masa Kanak-kanak .........      4
5.      Bermain dan Pengembangan Pengertian ..............................      4
6.      Minat dan Golongan Peran Seks ..........................................      5
7.      Hubungan Keluarga dan Perkembangan Kepribadian .........      6
8.      Bahaya dan Kebahagiaan pada Awal Masa Kanak-kanak ...      7
B.       Akhir Masa Kanak-Kanak ..........................................................      7
1.      Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan   8
2.      Perkembangan Sosial pada Akhir Masa Kanak-kanak .........      8
3.      Perubahan dan Efek dalam Hubungan Keluarga .................      9
4.      Perubahan-perubahan Kepribadian .......................................    10
5.      Bahaya dan Kebahagiaan pada Akhir Masa Kanak-kanak ..    10
BAB    III     PENUTUP
                     Kesimpulan ........................................................................................    12

ii
 


ii
 
DAFTAR PUSTAKABAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Akhir masa kanak-kanak (late childhood) berlangsung dari usia 6 tahun sampai tiba saatnya individu menjadi matang secara seksual. Pada awal dan akhir, masa akhir kanak-kanak di tandai dengan masuknya anak ke kelas satu. Bagi sebagian besar anak, hal ini merupakan perubahan besar dalam pola kehidupan anak, juga bagi anak yang telah pernah mengalami situasi prasekolah selama satu tahun. Sementara, menyesuaikan diri dengan tuntutan dan harapan baru dari kelas satu, kebanyakan anak berada dalam keadaan tidak seimbang. Anak mengalami gangguan emosional sehingga sulit untuk hidup bersama dan bekerjasama. Masuk kelas satu, merupakan peristiwa penting bagi kehidupan setiap anak sehingga dapat mengakibatkan perubahan dalam sikap, nilai, dan perilaku.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana cirri ciri awal masa kanak kanak?
2.      Apa saja perkembangan fisik pada awal masa kanak kanak?
3.      Tugas apa saja pada awal masa kanak kanak?
4.      Apa saja factor yang mempengaruhi banyaknya anak berbicara?
5.      Mengapa hubungan antara keluarga penting pada awal masa kanak kanak?

C.    Tujuan Penulisan
Makalah ini dibuat guna memenuhi tugas mata kuliah perkembangan dan bimbingan peserta didik  dan untuk menambah wawasan kita mengenai masa akhir kanak-kanak yag membawa banyak perubahan terhadap sikap anak.

D.    Metode Penulisan
Dalam pembuatan makalah ini, kami menggnakan proses pencarian terhadap buku-buku yang relevan terhadap pembahasan akhir masa kanak-kanak, selain itu kami juga mengadakan searching di website untuk mencari bahan yang sesuai dengan makalah ini.



BAB II
PEMBAHASAN

A.   Awal Masa Kanak-Kanak
Pada umumnya orang berpendapat bahwa pada masa kanak-kanak merupakan masa yang terpanjang dalam rentang kehidupan. Masa kanak-kanak dimulai setelah melewati masa bayi yang penuh ketergantungan, yakni kira-kira usia dua tahun sampai anak matang secara seksual, kira-kira 13 tahun untuk wanita dan 14 tahun untuk pria. Setelah anak matang secara seksual, maka ia disebut remaja.
Secara luas diketahui bahwa masa kanak-kanak dibagi menjadi dua periode yang berbeda, yaitu awal dan akhir masa kanak-kanak.Periode awal berlangsung dari umur dua sampai enam tahun dan periode akhir dari enam sampai tiba saatnya anak matang secara seksual.
Garis pemisah antara awal dan akhir masa kanak-kanak, yaitu pertama, pemisahan ini khususnya digunakan untuk anak-anak yang sebelum mencapai usia wajib belajar diperlakukan sangat berbeda dari usia yang sudah masuk sekolah. Kedua, kanak-kanak pada usia enam tahun itu adalah efek dari faktor-faktor sosial.
1.      Ciri-Ciri  dan Tugas Pada Awal Masa Kanak-Kanak
a.       Ciri ciri Pada Awal Masa Kanak-Kanak
Ciri dari periode awal masa kanak-kanak tercermin dalam sebutan yang biasanya diberikan oleh para orang tua, pendidik, dan ahli psikologi.
a)      Sebutan yang Digunakan Orang Tua
Sebagian besar orang tua menganggap awal masa kanak-kanak sebagai usia yang mengundang masalah atau usia sulit.
b)         Sebutan yang Digunakan Para Pendidik
Para pendidik menyebut tahun-tahun awal masa kanak-kanak  sebagai usia prasekolah.
c)      Sebutan yang Digunakan Para Ahli Psikolog
Para ahli psikologi menggunakan sejumlah sebutan yang berbeda :
·     Usia kelompok
·     Usia menjelajah
·     Usia meniru
b.      Tugas Dalam Perkembangan Pada Awal Masa Kanak-Kanak
Meskipun dasar dari tugas dalam perkembangan yang diharapkan sudah dikuasai anak sebelum mereka masuk sekolah diletakan selama masa bayi, tetapi masih banyak yang harus dipelajari dalam waktu empat tahun yaitu dalam periode awal masa kanak kanak yang relatif singkat.
2.      Perkembangan Fisik dan Kebiasaan Psilogis
a.       Perkembangan Fisik
Awal masa kanak-kanak merupakan masa pertumbuhan yang relatif seimbang meskipun terdapat perbedaan musim, bulan Juli sampai pertengahan Desember merupakan saat yang terbaik untuk peningkatan berat badan April sampai pertengahan Agustus untuk peningkatan tinggi tubuh.perkembangan fisik anak pada awal masa kanak kanak meliputi:Tinggi,Berat,Perbandingan Tubuh,Postur Tubuh,Tulang dan Otot,Lemak,Gigi
b.      Kebiasaan Fsiologis
Dalam awal masa kanak kanak, kebiasaan fsiologis yang dasarnya sudah diletakan pada masa bayi menjadi semakin baik. Tidak perlu disediakan makanan khusus dan anak belajar makan pada waktu waktu tertentu.Anak-anak usia tiga tahun tidur sekitar dua belas jam sehari. Tahun-tahun berikutnya jumlah tidur sehari-hari rata-rata berkurang sekitar setengah jam dari tahun sebelumnya.
3.      Keterampilan dan Kemajuan Pada Awal Masa Kanak-Kanak
a.       Keterampilan Awal Masa Kanak-Kanak
Pertama, anak sedang mengulang-ulang dan karenanya dengan senang hati mau mengulangsuatu aktivitas sampai mereka terampil melakukannya. Kedua, anak-anak bersifat pemberani sehingga tidak terhambat oleh rasa takut kalau dirinya mengalami sakit atau di ejek teman-temannya sebagaimana ditakuti anak yang lebih besar. Dan ketiga, anak belia mudah dan cepat belajar karena tubuh mereka masih sangat lentur dan keterampilan yang dimiliki baru sedikit sehingga keterampilan yang baru dikuasai tidak mengganggu keterampilan yang sudah ada.  Keterampilan khusus yang dimiliki pada awal masa anak-kanak yaitu:
·            Keterampilan tangan
·            Keterampilan kaki
b.      Kemajuan Berbicara Dalam Awal Masa Kanak-Kanak
Selama awal masa kanak-kanak, anak-anak memiliki keinginan yang kuat untuk belajar berbicara. Hal ini disebabkan dua hal. Pertama, belajar berbicara merupakan sarana pokok dalam sosialisasi. Kedua, belajar berbicara merupakan sarana untuk memperoleh kemandirian.Tugas dalam belajar bicara pada awal masa kanak-kanak yaitu:Pengucapan kata-kata,Menambah kosa kata,Membentuk kalimat.sertaFaktor-faktor yang mempengaruhi banyaknya anak berbicara yaitu:Intelegensi,Jenis disiplin,Posisi urutan,Besarnya keluarga,Status sosial ekonomi,Status  ras,Berbahasa dua,Penggolongan peran-seks
4.      Emosi dan Sosioalisasi Awal Masa Kanak-Kanak
a.       Emosi Awal Masa Kanak-Kanak
Selama awal masa kanak kanak emosi sangat kuat .saat ini merupakan saat ketidakseimbangan karena anak anak keluar dari focus dalam arti bahwa ia mudah terbawa ledakan ledakan emosional sehingga sulit dibimbing dan diarahkan. terutama pada usia 2,5 sampai 3,5 dan 5,5 sampai 6,5 tahun.Emosi yang Umum Pada Awal Masa Kanak-kanak  yaitu:Amarah, Takut, Cemburu, Ingin tahu, Iri hati, Gembira, Sedih, Kasih saying.
b.      Sosialisasi Awal Masa Kanak-Kanak
Salah satu tugas perkembangan awal masa kanak –kanak yang penting adalah latihan dan pengalaman pendahuluan yang di perlukan untuk manjadi anggota kelompok dalam akhir masa kanak- kanak.Jadi awal masa kanak kanak di sebut sebagai masa prakelompok .
Dengan meningkatnya sosial ,anak terlibat dalam bermain kooperatip ,dimana ia menjadi anggota kelompok dan saling beriteraksi. Pola Perilaku Sosial yang tejadi antara lain Meniru ,Persaingan ,Kerja sama , Simpati, Empati, Dukungan social, Membagi, Perilaku akrab.dan Pola tidak social yang terjadi antara lain yaitu: Agresif, Perilaku berkuasa, Memikirkan diri sendiri, Mementingkan Diri sendiri, Merusak, Pertentangan Sex, Prasangka.
5.      Bermain dan Pengembangan Pengertian Pada Awal Masa Kakak-Kanak
a.       Bermain Paada Awal Masa Kanak-kanak
Massa awal kanak-kanak sering disebut sebagai  tahap main mainan, karena dalam periode ini hamper semua permainan menggunakan mainan.Minat bermain anak anak mengikuti suatu pola yang sangat dipengaruhi oleh kematangan dalam bentuk permainan tertentu dan oleh lingkungan dimana ia dibesarkan.
Ada bermacam macam Pola Bermain Awal Masa Kanak-kanak yaitu: Bermain dengan mainan, Dramatisasi, Konstruksi, Permainan, Membaca, Film, Radio, dan Televisi.
Anak yang kreatif  menghabiskan sebagian besar waktu bernain untuk menciptakan sesuatu yang orisinal dari mainan-mainan dan alat-alat bermain, sedangkan anak yang tidak kreatif mengikuti pola yang sudah dibuat oleh orang lain.
b.      Perkembangan Pengertian
Dalam masa ini anak anak mulai memperhatikan hal hal kecil yang tadinya tidak diperhatikan. dengan demikian anak anak tidak lagi mudah bingung kalau menghadapi benda benda,situasi atau orang orang yang jadi lebih khusus dan lebih berarti bagi dirinya. konsep umum yang berkembang selama masa awal kanak kanak yaitu: kehidupan, kematian, fungsi tubuh, ruang,berat, bilangan, waktu, diri sendiri, kesadaran social, keindahan, dan kelucuan.
6.      Minat dan golongan peran seks
a.       Minat
Ada beberapa minat yang berlaku umum diantara anak-anak dalam kebudayaan Amerika masa kini. Minat-minat ini meliputi minat [ada Agama, tubuh manusia, diri sendiri, sek, dan pakaian.
·         Minat pada Agama 
Keyakinan agama, sebagian besar tidak terarah lagi anak-anak meskipun mereka menunjukan minat dalam ibadah agama. Tetapi karena banyaknya maslah kepada anak maka dijelaskan agama seperti kelahiran, kematian, pertumbuhan, dan unsur-unsurnya dengan mengetahui itu semua maka keinginan akan mengetahui tentang masalah-masalah agama menjadi besar dan merekapun akan menajukan banyak pertanayaan
·         Minat pada tubuh manusia
Minat timbul terlebih dahulu pada anggota bagian luar tubuh daripada minat pada bagian dalam tubuh. Tapi sebelum periode iut berakhir, kebanyakan anak menunjukan minat biar pada bagian dalam tubuh dan ingin mengetahui jiwa apa fungsinya. 
b.      Penggolongan Peran Seks
Meskipun beberapa dasar dari penggolongan peran seks sudah diletakan pada masa akhir bayi, tetapi sebagian besar dasar ini diletakkan selama awal masa kanak-kanak.
Dalam tahap perkembangan pola ini, anak diharapkan menguasai dua aspek penting dari penggolongan seks yaitu:
·         Mempelajari Stereotip Peran-Seks
Stereotip peran seks adalah sekumpulan arti yang dihubngkan dengan kelompok laki-laki dan kelompok peraempuan. Arti ini berhubungan dengan penampilan dan bentuk tubub individu yang sesuaai, jenis pakaian, cara berbicara dan perilaku yang sesuai perilaku yang baik dalam menghadapi lawan seks dan cara yang sesuai untuk mencapai nafkah pada masa dewasa.
·         Perantara Penggolongan Peran Seks
Mempelajari stereotip peran seks tidak menjamin penggolongan peran seks. Anak-anak harus belajar untuk berperilaku sesuai dengan pola-pola yang digariskan dalam stereotip. Hal ini sebgaian dilakukan dengan meniru tetapi lebih banyak melalui latihan langsung  dimana anak diperlatihkan bagaimana menriu suatu model dan didorong melakukannya ataupun dimarahi kalau gagal melakukannya.
7.      Hubungan Keluarga dan Perkembangan Kepribadian Pada Awal Masa Kanak-Kanak
a.       Hubungan Keluarga
Sekalipun anak-anak sudah mulai bermain dengan anak-anak lain di luar rumah, keluarga masih merupakan pengaruuh sesialisasi yang terpenting. Tidak hanya lebih banyak kontak dengan anggota-anggota keluarga daripada dengan orang-orang lain tetapi hubungan itu lebih erat. Lebih hangat dan lebih bernada emosional. Hubungan kelaurga yang erat ini pengaruhnya lebih besar pada anak daripada pengaruh-pengaruh sosial lainnya. Namun demikian, berapa besar penagaruh dari anggota keluarga bergantung pada hubungan individualnya dengan anak.
Ø  Hubungan Orang Tua – Anak
Perubahan-perubahan dalam hubungan orang tua anak yang dimulai sejak tahun kedua masa bayi berlangsung terus selama awal masa kanak-kanak dan biasanya dalam tingkat yang lebih cepat.
Ø  Hubungan dengan Saudara
Hubungan yang menyenangkan antara bayi dan saudara-saudara mulai berkurang dalam tahun kehidupan kedua dan pada sat bayi menjadi anak-anak hubungan ini seringkali mengalami pergeseran. Adanya pergesekan hubungan ini tidak saja merusak suasana rumah tetapi juga mengganggu konsep diri anak. Anak-anak dipaksa merasa kurang mampu, apalagi kalau apa yang dicapai dikritik dan dicemoohkan oleh kakak-kakaknya.
Ø  Hubungan dengan Sanak Keluarga
Ada dua kondisi dalam hubungan dengan sanak keluarga sehingga dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak. Pertama, frekuensi hubungan. Kalau keluarga tinggal dalam masyarakat yang berbeda atau di kota atau negara yang berlainan maka hubungan antar anak dengan sanak akan jarang. Keuda peran anak saudara dalam kehidupan anak.

b.      Perkembangan Kepribadian
Pola kepribadian yang dasarnya telah diletakkan pada masa bayi, mulai berbentuk dalam awal masa kanak-kanak. Karena orang tua, saudara-saudara kandung dan sanak saudara yang lain merupakan dunia sosial bagi anak-anak, maka bagimana perasaan mereka kepada anak-anak dan bagimana perlakuan mereka merupakan faktor penting dalam pembentukan konsep diri, yaitu inti pola keperibadian. Inilah sebabanya mengapa Glasner mengatakan bahwa konsep diri anak “terbentuk dalam rahim hubungan keluarga”
8.       Bahaya dan Kebahagiaan Pada Awal Masa Kanak-Kanak
a.       Bahaya Pada Awal Masa Kanak-Kanak  
Bahaya psikologis  pada awal  kanak-kanak lebih banyak dari pada bahaya fisik dan lebih merusak penyesuaian pribadi serta  penyesuaian social fisik
·         BahkayafisikmeliputiKematian,Penyakit,Kecelakaan,Tidak menarik,Kejanggalan,Kegemukan,Tangan Kidal
·         Bahaya psikologis meliputi Bahaya dalam Berbicara, Bahaya Emosional, Bahaya Sosial, Bahaya Bermain, Bahaya dalam Perkembangan Konsep, Bahaya Moral, Bahaya dalam penggolongan Peran Seks, Bahaya dalam Hubungan Keluarga, Bahaya Kepribadian
b.      Kebahagiaan Selama Awal Masa Kanak-Kanak
Beberapa kondisi penting yang mendukung kebahagiaan dalam awal masa kana-kanak yaitu:Kesehatan yang baik, Lingkungan yang merangsang, Kebijakan dalam menegakan disiplin, Perilaku kekanak-kanakan, Mengembangkan ekspresi-ekpresi  kasih saying, Harapan-harapan yang realistis sesuai dengan kemampuan anak, Mendorong kreativitas dalam bermain, Diterima oleh saudara-saudara kandung dan teman bermain, Suasana gembira dan bahagia di rumah, Prestasi dalm kegiatan yang penting bagi anak.

B.     Akhir Masa Kanak Kanak
Akhir masa kanak-kanak yang berlangsung dari enam tahun sampai sepuluh tahun sampai dengan anak mengalami kematangan seksual yaitu sekitar tiga belas tahun bagi anak perempuan dan empat belas tahun agi anak laki-laki, oleh oang tua disebut sebagai ‘usia yang menyulitkan, tidak rapi, atau usia bertengkar, oleh para pendidik disebut sebagai usia berkelompok, usia penyesuaian, atau usia kreatif. Pertumbuhan fisik yang lambat pada ahir masa kanak-kanak dipengaruhi oleh kesehatan, gizi, imunisasi, sex, dan intelegensi.
Peraihan dari masa akhir  kanak-kanak ke masa awal pubertas dapat dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Seorang anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi.
  2. Anak mulai bersikap kritis.
1.      Faktor yang dapat mempengarui pertumbuhan dan perkembangan anak adalah sebagai berikut:
a.       Faktor heredokonstusionil
Gen yang terdapat di dalam nukleus dari telur yang dibuahi pada masa embrio mempunyai sifat tersendiri pada tiap individu. Manifestasi hasil perbedaan antara gen ini dikenal sebagai hereditas. DNA yang membentuk gen mempunyai peranan penting dalam transmisi sifat-sifat herediter. Timbulnya kelainan familial, kelainan khusus tertentu, tipe tertentu dan dwarfism adalah akibat transmisi gen yang abnormal..Sifat-sifat emosionil seperti perasaan takut, kemauan dan temperamen lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan dibandingkan dengan hereditas.
b.       Faktor lingkungan
§  Gizi (defisiensi vitamin, jodium dan lain-lain).Dengan menghilangkan vitamin tertentu dari dalam makanan binatang yang sedang hamil, Warkany menemukan kelainan pada anak binatang tersebut. kurang makanan selama kehamilan dapat meningkatkan angka kelahiran mati dan kematian neonatal.
§  Mekanis (pita amniotik, ektopia, posisi fetus yang abnormal, trauma, oligohidroamnion).
§  Endokrin (diabetes mellitus pada ibu, hormon yang dimakan, umur tua dan lain-lain).
§  Radiasi (sinar Rontgen, radium dan lain-lain).Pemakaian radium dan sinar Rontgen yang tidak mengikuti aturan dapat mengakibatkan kelainan pada fetus.
§  Infeksi (trimester I: rubella dan mungkin penyakit lain, trimester II dan berikutnya: toksoplasmosis, histoplasmosis, sifilis dan lain-lain).
§  Anoksia embrio (gangguan fungsu plasenta)Keadaan anoksia pada embrio dapat mengakibatkan pertumbuhannya terganggu.
2.      Perkembangan sosial pada akhir masa kanak-kanak
Pada saat anak memasuki masa sekolah, maka ia melakukan hubungan yang lebih banyak dengan anak lain, berbeda pada waktu masa prasekolah. Pada waktu masa sekolah, anak memasuki usia ‘gang’, yaitu usia yang pada saat itu kesadaran sosial berkembang dengan pesat. Dalam hal ini anak memasuki tahap menjadi anggota suatu kelompok teman sebaya yang secara bertahap menggantikan keluarga dalam mempengaruhi perilaku. Menurut Havighurst ‘kelompok teman sebaya’ didefinisikan sebagai suatu kumpulan yang kurang lebih berusia sama yang berfikir dan bertindak bersama-sama.
Geng pada umumnya adalah kelompok bermain yang terdiri atas anak-anak yang mempunyai minat, dan tujuan yang sama yaitu untuk bersenang-senang.
Ciri-ciri khas Geng Anak :
·         Geng di kenal kaena namanya, yang kebanyakan diantaranya di ambil dari nama jalan atau blok tempat tinggal para anggota, atau dari buku komik, dan film populer.
·         Anggota Geng menggunakan isyarat, kata teguran dan kode komunitas rahasia.
·         Geng anak sering menggunakan tanda pengenal, dengan atribut untuk mengenal anggotanya.
·         Aktifitas geng meliputi semua bentuk permainan dan hiburan kelompok, membuat sesuatu, menganaggu oranglain, dll.
3.      Perubahan-perubahan dan efek dalam hubungan keluarga pada akhir masa kanak-kanak
Kemerosotan dalam hubngan keluarga yang di mulai pada bagian akhir masa bayi terus berlangsung pada akhir masa kanak-kanak, hal ini yang menyebabkan perasaan tidak aman dan tidak bahagia. Dimana terjadi hubungan baik terhadap anak dan orangtua dan sanak saudara, dan tampaknya anak lebih menyukai pertemuan-pertemuan dalam keluarga. Namun sebenarnya anak lebih senang berhubungan dengan teman-temannya sendiri dan bersikap kritis serta membenci orang tua dan sanak keluarga yang lain.
a.    Efek dari hubungan keluarga
Pengaruh yang mendalam dari hubungan anak dan keluarga jelas terlihat daam bidang  kehidupan sebagai berikut :
Ø  Pekerjaan di sekolah dan sikap anak terhadap sekolah sangat di pengaruhi oleh hubungannya dengan anggota keluarga. Hubungan keluarga sehat dapat menimbulkan dorongan untuk berprestasi, sedangkan hubungan keluarga yang tidak sehat dapat memberi efek yang buruk terhadap kemampuan berkonsentrasi anak.
Ø  Hubungan keluarga dapat mempengaruhi penyesuaian diri secara social di luar rumah.
Ø  Peran yang dimainkan di rumah menentukan peran di luar rumah.
Ø  Jenis metode pelatihan anak yang digunakan di rumah mempengaruhi peran anak.
Ø  Cita-cita dan prestasi anak di berbagai bidang sangat di pengaruhi oleh sikap orang tua.
Ø  Apakah anak akan bersikap kreatif atau bersikap konformistis dalam perilaku sangat di pengaruhi oleh pelatihan di rumah.
Ø  Hubungan keluarga sangat besar pengaruhnya dalam perkembangan kepribadian anak-anak. Pendangan anak-anak tentang diri mereka sendiri merupakan cerminan langusng dari apa yang di nilai dan cara mereka di perlakukan oleh anggota-anggota keluarga.
4.      Perubahan-perubahan kepribadian
Dengan meluasnya cakrawala sosial pada saat anak masuk sekolah, banyak faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadiannya. Perubahan ini tidak hanya terjadi ada konsep diri, tetapi juga pada sifat-sifat orang lain yang di nilai dan di kagumi dan juga perubahan-perubahan yang terjadi pada sifat anak itu sendiri.
a.       Konsep diri ideal
Menjelang berakhirnya masa kanak-kanak, anak mulai mengagumi tokoh-tokoh dalam sejarah, cerita khayal, kemudian anak membentuk konsep diri yang ideal seperti tokoh yang diinginkannya.
b.      Mencari Identitas
Anak-anak pada umumnya memasuki periode akhir masa kanak-kanak dan berminat dalam keanggotaan kelompok, mereka sangat ingin menyesuaikan mulai dari gaya berbicara sampai dengan standar penampilan yang di tetapkan kelompok tersebut. Karena mereka takut kehilangan dukungan dari anggota kelompok, mereka berusaha meniru namun kadang-kadang berlebihan. 
5.      Bahaya dan Kebahagiaan pada masa akhir kanak-kana
a.    Bahaya pada  akhir masa kanak kanak
·         Bahaya fisik
Bahaya fisik meliputi :Perubahan bentuk tubuh, Bentuk tubuh yang tidak sesuai, Kecelakaan, Ketidakmampuan fisik, Rasa canggung, dan Kesederhanaan.
·         Bahaya Psikologis
Bahaya Psikologiyaitu:Cemas, Emosinya tidak stabil, Tidak percaya diri, Selalu membandingkan keadaan dirinya dengan orang lain. 
b.    Kebahagiaan pada masa akhir kanak-kanak
Akhir masa kanak-kanak dapat dan harus merupakan periode bahgaia dalam rentang kehidupan. Meskipun periode ini bukan masa yang sepenuhnya gembira karena anak di harapkan memikul tambahan tanggung jawab di sekolah dan tambahan di rumah, keberhasilan dalam melaksanakan tanggung jawab ini, terlebih yang dianggap penting oleh orang-orang akan menambah kebahagiaan.
Anak memiliki kesempatan yang luas untuk bermain dan untuk memperoleh alat bermain yang dibutuhkan seperti teman-teman sebayanya, kecuali kalau timbul kondisi yang luar biasa.
Anak yang berbahagia pada akhir masa kanak-kanak belum tentu merasa bahagia pada tahap-tahap selanjutnya, tetapi kondisi-kondisi yang menimbulkan kebahagiaan dalam periode ini juga akan menimbulkan kebahagiaan pada periode berikutnya.
Sekalipun kebahagiaan yang dialami pda periode ini tidak emnjamin kebahagiaan seumur hidup, tetapi kondisi-kondisi yang menimbulkan kebahagiaann akan terus memberikan kebahagiaan pada tahun-tahun berikutnya, terutama bila tiga faktor kebahagiaan terpenuhi, yaitu penerimaan/dukungan, kasih sayang, dan prestasi.



BAB III
PENUTUP

Rentang waktu akhir masa kanak-kanak ternyata mempunyai ukuran tersendiri untuk setiap individu sampai dirinya matang secara seksual, biasanya rentang waktu antara enam sampai tiga belas tahun untuk anak perempuan dan enam sampai empat belas tahun untuk anak laki-laki. Mengapa setiap individu tidak sama proses akhir pematangan seksualnya, hal ini disebabkan oleh berbedanya kandungan hormon setiap manusia. Untuk mereka yang kandungan hormonnya banyak maka dapat di pastikan anak ini akan mencapai kematangan seksual pada usia yang lebih cepat.
Masa akhir kanak-kanak menjadi begitu significant untuk di bahas karena didalamnya terdapat beberapa hal seperti perubahan-perubahan kepribadian, pencarian identitas, dan memulai adanya peniruan terhadap konsep diri. Di rentang akhir masa kanak-kanak juga terdapat beberapa bahaya seperti :
Bahaya pada akhir masa kanak-kanak
a.       Bahaya fisik
Bahaya fisik meliputi :Perubahan bentuk tubuh, Bentuk tubuh yang tidak sesuai, Kecelakaan, Ketidakmampuan fisik, Rasa canggung, dan Kesederhanaan.
b.      Bahaya Psikologis
Bahaya Psikologiyaitu:Cemas, Emosinya tidak stabil, Tidak percaya diri, Selalu membandingkan keadaan dirinya dengan orang lain. 
            Yang menjadikannya begitu penting untuk kita bahas. Secara ringkas, banyak sekali perubahan yang terjadi pada akhir masa kanak-kanak baik itu secara fisik maupun psikis, perubahan dan pertumuhan ini disebabkan oleh dua faktor yaitu :
1.      Faktor heredokonstitusionil
2.      Faktor lingkungan (pranatal dan pascanatal)


DAFTAR PUSTAKA


Hurlock, Elizabeth B. Psikologi Perkembangan, Jakarta : Erlangga Edisi Kelima





AWAL DAN AKHIR MASA KANAK KANAK


Disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah
Pengembangan dan Bimbingan Peserta Didik






logo stkip.jpg







Disusun Oleh:

NAMA      : ISMA HADIYANTI
NIM          : 10512009                       
KELAS     : 1-C







JURUSAN MATEMATIKA

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP)GARUT
2011

KATA PENGANTAR



Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena merkat rahmat dan karunianya saya dapat menyelesaikan makalah  “Awal dan Akhir Masa Kanak-kanak” ini tepat pada waktu yang telah ditentukan.yang akan digunakan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengembangan dan Bimbingan Peserta Didik.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membutuhkannya.
Namun makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,segala kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk masa yang akan datang.



Garut,   Maret 2011
Penulis



i
 

 


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...........................................................................................       i
DAFTAR ISI ..........................................................................................................      ii
BAB       I     PENDAHULUAN 
A. . Latar Belakang ...........................................................................      1
B.  Rumusan Masalah .......................................................................      1
C.  Tujuan .........................................................................................      1
D. . Metode penulisan .......................................................................      1
BAB     II     PEMBAHASAN
A.      Awal Masa Kanak-Kanak  .........................................................      2
1.      Ciri dan Tugas pada Awal Masa Kanak-kanak ....................      2
2.      Perkembangan Fisik dan Kebiasaan Psikologis ....................      3
3.      Keterampilan dan Kemajuan pada Awal Masa Kanak-kanak     3
4.      Emosi dan Sosialisasi pada Awal Masa Kanak-kanak .........      4
5.      Bermain dan Pengembangan Pengertian ..............................      4
6.      Minat dan Golongan Peran Seks ..........................................      5
7.      Hubungan Keluarga dan Perkembangan Kepribadian .........      6
8.      Bahaya dan Kebahagiaan pada Awal Masa Kanak-kanak ...      7
B.       Akhir Masa Kanak-Kanak ..........................................................      7
1.      Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan   8
2.      Perkembangan Sosial pada Akhir Masa Kanak-kanak .........      8
3.      Perubahan dan Efek dalam Hubungan Keluarga .................      9
4.      Perubahan-perubahan Kepribadian .......................................    10
5.      Bahaya dan Kebahagiaan pada Akhir Masa Kanak-kanak ..    10
BAB    III     PENUTUP
                     Kesimpulan ........................................................................................    12

ii
 


ii
 
DAFTAR PUSTAKABAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Akhir masa kanak-kanak (late childhood) berlangsung dari usia 6 tahun sampai tiba saatnya individu menjadi matang secara seksual. Pada awal dan akhir, masa akhir kanak-kanak di tandai dengan masuknya anak ke kelas satu. Bagi sebagian besar anak, hal ini merupakan perubahan besar dalam pola kehidupan anak, juga bagi anak yang telah pernah mengalami situasi prasekolah selama satu tahun. Sementara, menyesuaikan diri dengan tuntutan dan harapan baru dari kelas satu, kebanyakan anak berada dalam keadaan tidak seimbang. Anak mengalami gangguan emosional sehingga sulit untuk hidup bersama dan bekerjasama. Masuk kelas satu, merupakan peristiwa penting bagi kehidupan setiap anak sehingga dapat mengakibatkan perubahan dalam sikap, nilai, dan perilaku.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana cirri ciri awal masa kanak kanak?
2.      Apa saja perkembangan fisik pada awal masa kanak kanak?
3.      Tugas apa saja pada awal masa kanak kanak?
4.      Apa saja factor yang mempengaruhi banyaknya anak berbicara?
5.      Mengapa hubungan antara keluarga penting pada awal masa kanak kanak?

C.    Tujuan Penulisan
Makalah ini dibuat guna memenuhi tugas mata kuliah perkembangan dan bimbingan peserta didik  dan untuk menambah wawasan kita mengenai masa akhir kanak-kanak yag membawa banyak perubahan terhadap sikap anak.

D.    Metode Penulisan
Dalam pembuatan makalah ini, kami menggnakan proses pencarian terhadap buku-buku yang relevan terhadap pembahasan akhir masa kanak-kanak, selain itu kami juga mengadakan searching di website untuk mencari bahan yang sesuai dengan makalah ini.



BAB II
PEMBAHASAN

A.   Awal Masa Kanak-Kanak
Pada umumnya orang berpendapat bahwa pada masa kanak-kanak merupakan masa yang terpanjang dalam rentang kehidupan. Masa kanak-kanak dimulai setelah melewati masa bayi yang penuh ketergantungan, yakni kira-kira usia dua tahun sampai anak matang secara seksual, kira-kira 13 tahun untuk wanita dan 14 tahun untuk pria. Setelah anak matang secara seksual, maka ia disebut remaja.
Secara luas diketahui bahwa masa kanak-kanak dibagi menjadi dua periode yang berbeda, yaitu awal dan akhir masa kanak-kanak.Periode awal berlangsung dari umur dua sampai enam tahun dan periode akhir dari enam sampai tiba saatnya anak matang secara seksual.
Garis pemisah antara awal dan akhir masa kanak-kanak, yaitu pertama, pemisahan ini khususnya digunakan untuk anak-anak yang sebelum mencapai usia wajib belajar diperlakukan sangat berbeda dari usia yang sudah masuk sekolah. Kedua, kanak-kanak pada usia enam tahun itu adalah efek dari faktor-faktor sosial.
1.      Ciri-Ciri  dan Tugas Pada Awal Masa Kanak-Kanak
a.       Ciri ciri Pada Awal Masa Kanak-Kanak
Ciri dari periode awal masa kanak-kanak tercermin dalam sebutan yang biasanya diberikan oleh para orang tua, pendidik, dan ahli psikologi.
a)      Sebutan yang Digunakan Orang Tua
Sebagian besar orang tua menganggap awal masa kanak-kanak sebagai usia yang mengundang masalah atau usia sulit.
b)         Sebutan yang Digunakan Para Pendidik
Para pendidik menyebut tahun-tahun awal masa kanak-kanak  sebagai usia prasekolah.
c)      Sebutan yang Digunakan Para Ahli Psikolog
Para ahli psikologi menggunakan sejumlah sebutan yang berbeda :
·     Usia kelompok
·     Usia menjelajah
·     Usia meniru
b.      Tugas Dalam Perkembangan Pada Awal Masa Kanak-Kanak
Meskipun dasar dari tugas dalam perkembangan yang diharapkan sudah dikuasai anak sebelum mereka masuk sekolah diletakan selama masa bayi, tetapi masih banyak yang harus dipelajari dalam waktu empat tahun yaitu dalam periode awal masa kanak kanak yang relatif singkat.
2.      Perkembangan Fisik dan Kebiasaan Psilogis
a.       Perkembangan Fisik
Awal masa kanak-kanak merupakan masa pertumbuhan yang relatif seimbang meskipun terdapat perbedaan musim, bulan Juli sampai pertengahan Desember merupakan saat yang terbaik untuk peningkatan berat badan April sampai pertengahan Agustus untuk peningkatan tinggi tubuh.perkembangan fisik anak pada awal masa kanak kanak meliputi:Tinggi,Berat,Perbandingan Tubuh,Postur Tubuh,Tulang dan Otot,Lemak,Gigi
b.      Kebiasaan Fsiologis
Dalam awal masa kanak kanak, kebiasaan fsiologis yang dasarnya sudah diletakan pada masa bayi menjadi semakin baik. Tidak perlu disediakan makanan khusus dan anak belajar makan pada waktu waktu tertentu.Anak-anak usia tiga tahun tidur sekitar dua belas jam sehari. Tahun-tahun berikutnya jumlah tidur sehari-hari rata-rata berkurang sekitar setengah jam dari tahun sebelumnya.
3.      Keterampilan dan Kemajuan Pada Awal Masa Kanak-Kanak
a.       Keterampilan Awal Masa Kanak-Kanak
Pertama, anak sedang mengulang-ulang dan karenanya dengan senang hati mau mengulangsuatu aktivitas sampai mereka terampil melakukannya. Kedua, anak-anak bersifat pemberani sehingga tidak terhambat oleh rasa takut kalau dirinya mengalami sakit atau di ejek teman-temannya sebagaimana ditakuti anak yang lebih besar. Dan ketiga, anak belia mudah dan cepat belajar karena tubuh mereka masih sangat lentur dan keterampilan yang dimiliki baru sedikit sehingga keterampilan yang baru dikuasai tidak mengganggu keterampilan yang sudah ada.  Keterampilan khusus yang dimiliki pada awal masa anak-kanak yaitu:
·            Keterampilan tangan
·            Keterampilan kaki
b.      Kemajuan Berbicara Dalam Awal Masa Kanak-Kanak
Selama awal masa kanak-kanak, anak-anak memiliki keinginan yang kuat untuk belajar berbicara. Hal ini disebabkan dua hal. Pertama, belajar berbicara merupakan sarana pokok dalam sosialisasi. Kedua, belajar berbicara merupakan sarana untuk memperoleh kemandirian.Tugas dalam belajar bicara pada awal masa kanak-kanak yaitu:Pengucapan kata-kata,Menambah kosa kata,Membentuk kalimat.sertaFaktor-faktor yang mempengaruhi banyaknya anak berbicara yaitu:Intelegensi,Jenis disiplin,Posisi urutan,Besarnya keluarga,Status sosial ekonomi,Status  ras,Berbahasa dua,Penggolongan peran-seks
4.      Emosi dan Sosioalisasi Awal Masa Kanak-Kanak
a.       Emosi Awal Masa Kanak-Kanak
Selama awal masa kanak kanak emosi sangat kuat .saat ini merupakan saat ketidakseimbangan karena anak anak keluar dari focus dalam arti bahwa ia mudah terbawa ledakan ledakan emosional sehingga sulit dibimbing dan diarahkan. terutama pada usia 2,5 sampai 3,5 dan 5,5 sampai 6,5 tahun.Emosi yang Umum Pada Awal Masa Kanak-kanak  yaitu:Amarah, Takut, Cemburu, Ingin tahu, Iri hati, Gembira, Sedih, Kasih saying.
b.      Sosialisasi Awal Masa Kanak-Kanak
Salah satu tugas perkembangan awal masa kanak –kanak yang penting adalah latihan dan pengalaman pendahuluan yang di perlukan untuk manjadi anggota kelompok dalam akhir masa kanak- kanak.Jadi awal masa kanak kanak di sebut sebagai masa prakelompok .
Dengan meningkatnya sosial ,anak terlibat dalam bermain kooperatip ,dimana ia menjadi anggota kelompok dan saling beriteraksi. Pola Perilaku Sosial yang tejadi antara lain Meniru ,Persaingan ,Kerja sama , Simpati, Empati, Dukungan social, Membagi, Perilaku akrab.dan Pola tidak social yang terjadi antara lain yaitu: Agresif, Perilaku berkuasa, Memikirkan diri sendiri, Mementingkan Diri sendiri, Merusak, Pertentangan Sex, Prasangka.
5.      Bermain dan Pengembangan Pengertian Pada Awal Masa Kakak-Kanak
a.       Bermain Paada Awal Masa Kanak-kanak
Massa awal kanak-kanak sering disebut sebagai  tahap main mainan, karena dalam periode ini hamper semua permainan menggunakan mainan.Minat bermain anak anak mengikuti suatu pola yang sangat dipengaruhi oleh kematangan dalam bentuk permainan tertentu dan oleh lingkungan dimana ia dibesarkan.
Ada bermacam macam Pola Bermain Awal Masa Kanak-kanak yaitu: Bermain dengan mainan, Dramatisasi, Konstruksi, Permainan, Membaca, Film, Radio, dan Televisi.
Anak yang kreatif  menghabiskan sebagian besar waktu bernain untuk menciptakan sesuatu yang orisinal dari mainan-mainan dan alat-alat bermain, sedangkan anak yang tidak kreatif mengikuti pola yang sudah dibuat oleh orang lain.
b.      Perkembangan Pengertian
Dalam masa ini anak anak mulai memperhatikan hal hal kecil yang tadinya tidak diperhatikan. dengan demikian anak anak tidak lagi mudah bingung kalau menghadapi benda benda,situasi atau orang orang yang jadi lebih khusus dan lebih berarti bagi dirinya. konsep umum yang berkembang selama masa awal kanak kanak yaitu: kehidupan, kematian, fungsi tubuh, ruang,berat, bilangan, waktu, diri sendiri, kesadaran social, keindahan, dan kelucuan.
6.      Minat dan golongan peran seks
a.       Minat
Ada beberapa minat yang berlaku umum diantara anak-anak dalam kebudayaan Amerika masa kini. Minat-minat ini meliputi minat [ada Agama, tubuh manusia, diri sendiri, sek, dan pakaian.
·         Minat pada Agama 
Keyakinan agama, sebagian besar tidak terarah lagi anak-anak meskipun mereka menunjukan minat dalam ibadah agama. Tetapi karena banyaknya maslah kepada anak maka dijelaskan agama seperti kelahiran, kematian, pertumbuhan, dan unsur-unsurnya dengan mengetahui itu semua maka keinginan akan mengetahui tentang masalah-masalah agama menjadi besar dan merekapun akan menajukan banyak pertanayaan
·         Minat pada tubuh manusia
Minat timbul terlebih dahulu pada anggota bagian luar tubuh daripada minat pada bagian dalam tubuh. Tapi sebelum periode iut berakhir, kebanyakan anak menunjukan minat biar pada bagian dalam tubuh dan ingin mengetahui jiwa apa fungsinya. 
b.      Penggolongan Peran Seks
Meskipun beberapa dasar dari penggolongan peran seks sudah diletakan pada masa akhir bayi, tetapi sebagian besar dasar ini diletakkan selama awal masa kanak-kanak.
Dalam tahap perkembangan pola ini, anak diharapkan menguasai dua aspek penting dari penggolongan seks yaitu:
·         Mempelajari Stereotip Peran-Seks
Stereotip peran seks adalah sekumpulan arti yang dihubngkan dengan kelompok laki-laki dan kelompok peraempuan. Arti ini berhubungan dengan penampilan dan bentuk tubub individu yang sesuaai, jenis pakaian, cara berbicara dan perilaku yang sesuai perilaku yang baik dalam menghadapi lawan seks dan cara yang sesuai untuk mencapai nafkah pada masa dewasa.
·         Perantara Penggolongan Peran Seks
Mempelajari stereotip peran seks tidak menjamin penggolongan peran seks. Anak-anak harus belajar untuk berperilaku sesuai dengan pola-pola yang digariskan dalam stereotip. Hal ini sebgaian dilakukan dengan meniru tetapi lebih banyak melalui latihan langsung  dimana anak diperlatihkan bagaimana menriu suatu model dan didorong melakukannya ataupun dimarahi kalau gagal melakukannya.
7.      Hubungan Keluarga dan Perkembangan Kepribadian Pada Awal Masa Kanak-Kanak
a.       Hubungan Keluarga
Sekalipun anak-anak sudah mulai bermain dengan anak-anak lain di luar rumah, keluarga masih merupakan pengaruuh sesialisasi yang terpenting. Tidak hanya lebih banyak kontak dengan anggota-anggota keluarga daripada dengan orang-orang lain tetapi hubungan itu lebih erat. Lebih hangat dan lebih bernada emosional. Hubungan kelaurga yang erat ini pengaruhnya lebih besar pada anak daripada pengaruh-pengaruh sosial lainnya. Namun demikian, berapa besar penagaruh dari anggota keluarga bergantung pada hubungan individualnya dengan anak.
Ø  Hubungan Orang Tua – Anak
Perubahan-perubahan dalam hubungan orang tua anak yang dimulai sejak tahun kedua masa bayi berlangsung terus selama awal masa kanak-kanak dan biasanya dalam tingkat yang lebih cepat.
Ø  Hubungan dengan Saudara
Hubungan yang menyenangkan antara bayi dan saudara-saudara mulai berkurang dalam tahun kehidupan kedua dan pada sat bayi menjadi anak-anak hubungan ini seringkali mengalami pergeseran. Adanya pergesekan hubungan ini tidak saja merusak suasana rumah tetapi juga mengganggu konsep diri anak. Anak-anak dipaksa merasa kurang mampu, apalagi kalau apa yang dicapai dikritik dan dicemoohkan oleh kakak-kakaknya.
Ø  Hubungan dengan Sanak Keluarga
Ada dua kondisi dalam hubungan dengan sanak keluarga sehingga dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak. Pertama, frekuensi hubungan. Kalau keluarga tinggal dalam masyarakat yang berbeda atau di kota atau negara yang berlainan maka hubungan antar anak dengan sanak akan jarang. Keuda peran anak saudara dalam kehidupan anak.

b.      Perkembangan Kepribadian
Pola kepribadian yang dasarnya telah diletakkan pada masa bayi, mulai berbentuk dalam awal masa kanak-kanak. Karena orang tua, saudara-saudara kandung dan sanak saudara yang lain merupakan dunia sosial bagi anak-anak, maka bagimana perasaan mereka kepada anak-anak dan bagimana perlakuan mereka merupakan faktor penting dalam pembentukan konsep diri, yaitu inti pola keperibadian. Inilah sebabanya mengapa Glasner mengatakan bahwa konsep diri anak “terbentuk dalam rahim hubungan keluarga”
8.       Bahaya dan Kebahagiaan Pada Awal Masa Kanak-Kanak
a.       Bahaya Pada Awal Masa Kanak-Kanak  
Bahaya psikologis  pada awal  kanak-kanak lebih banyak dari pada bahaya fisik dan lebih merusak penyesuaian pribadi serta  penyesuaian social fisik
·         BahkayafisikmeliputiKematian,Penyakit,Kecelakaan,Tidak menarik,Kejanggalan,Kegemukan,Tangan Kidal
·         Bahaya psikologis meliputi Bahaya dalam Berbicara, Bahaya Emosional, Bahaya Sosial, Bahaya Bermain, Bahaya dalam Perkembangan Konsep, Bahaya Moral, Bahaya dalam penggolongan Peran Seks, Bahaya dalam Hubungan Keluarga, Bahaya Kepribadian
b.      Kebahagiaan Selama Awal Masa Kanak-Kanak
Beberapa kondisi penting yang mendukung kebahagiaan dalam awal masa kana-kanak yaitu:Kesehatan yang baik, Lingkungan yang merangsang, Kebijakan dalam menegakan disiplin, Perilaku kekanak-kanakan, Mengembangkan ekspresi-ekpresi  kasih saying, Harapan-harapan yang realistis sesuai dengan kemampuan anak, Mendorong kreativitas dalam bermain, Diterima oleh saudara-saudara kandung dan teman bermain, Suasana gembira dan bahagia di rumah, Prestasi dalm kegiatan yang penting bagi anak.

B.     Akhir Masa Kanak Kanak
Akhir masa kanak-kanak yang berlangsung dari enam tahun sampai sepuluh tahun sampai dengan anak mengalami kematangan seksual yaitu sekitar tiga belas tahun bagi anak perempuan dan empat belas tahun agi anak laki-laki, oleh oang tua disebut sebagai ‘usia yang menyulitkan, tidak rapi, atau usia bertengkar, oleh para pendidik disebut sebagai usia berkelompok, usia penyesuaian, atau usia kreatif. Pertumbuhan fisik yang lambat pada ahir masa kanak-kanak dipengaruhi oleh kesehatan, gizi, imunisasi, sex, dan intelegensi.
Peraihan dari masa akhir  kanak-kanak ke masa awal pubertas dapat dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Seorang anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi.
  2. Anak mulai bersikap kritis.
1.      Faktor yang dapat mempengarui pertumbuhan dan perkembangan anak adalah sebagai berikut:
a.       Faktor heredokonstusionil
Gen yang terdapat di dalam nukleus dari telur yang dibuahi pada masa embrio mempunyai sifat tersendiri pada tiap individu. Manifestasi hasil perbedaan antara gen ini dikenal sebagai hereditas. DNA yang membentuk gen mempunyai peranan penting dalam transmisi sifat-sifat herediter. Timbulnya kelainan familial, kelainan khusus tertentu, tipe tertentu dan dwarfism adalah akibat transmisi gen yang abnormal..Sifat-sifat emosionil seperti perasaan takut, kemauan dan temperamen lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan dibandingkan dengan hereditas.
b.       Faktor lingkungan
§  Gizi (defisiensi vitamin, jodium dan lain-lain).Dengan menghilangkan vitamin tertentu dari dalam makanan binatang yang sedang hamil, Warkany menemukan kelainan pada anak binatang tersebut. kurang makanan selama kehamilan dapat meningkatkan angka kelahiran mati dan kematian neonatal.
§  Mekanis (pita amniotik, ektopia, posisi fetus yang abnormal, trauma, oligohidroamnion).
§  Endokrin (diabetes mellitus pada ibu, hormon yang dimakan, umur tua dan lain-lain).
§  Radiasi (sinar Rontgen, radium dan lain-lain).Pemakaian radium dan sinar Rontgen yang tidak mengikuti aturan dapat mengakibatkan kelainan pada fetus.
§  Infeksi (trimester I: rubella dan mungkin penyakit lain, trimester II dan berikutnya: toksoplasmosis, histoplasmosis, sifilis dan lain-lain).
§  Anoksia embrio (gangguan fungsu plasenta)Keadaan anoksia pada embrio dapat mengakibatkan pertumbuhannya terganggu.
2.      Perkembangan sosial pada akhir masa kanak-kanak
Pada saat anak memasuki masa sekolah, maka ia melakukan hubungan yang lebih banyak dengan anak lain, berbeda pada waktu masa prasekolah. Pada waktu masa sekolah, anak memasuki usia ‘gang’, yaitu usia yang pada saat itu kesadaran sosial berkembang dengan pesat. Dalam hal ini anak memasuki tahap menjadi anggota suatu kelompok teman sebaya yang secara bertahap menggantikan keluarga dalam mempengaruhi perilaku. Menurut Havighurst ‘kelompok teman sebaya’ didefinisikan sebagai suatu kumpulan yang kurang lebih berusia sama yang berfikir dan bertindak bersama-sama.
Geng pada umumnya adalah kelompok bermain yang terdiri atas anak-anak yang mempunyai minat, dan tujuan yang sama yaitu untuk bersenang-senang.
Ciri-ciri khas Geng Anak :
·         Geng di kenal kaena namanya, yang kebanyakan diantaranya di ambil dari nama jalan atau blok tempat tinggal para anggota, atau dari buku komik, dan film populer.
·         Anggota Geng menggunakan isyarat, kata teguran dan kode komunitas rahasia.
·         Geng anak sering menggunakan tanda pengenal, dengan atribut untuk mengenal anggotanya.
·         Aktifitas geng meliputi semua bentuk permainan dan hiburan kelompok, membuat sesuatu, menganaggu oranglain, dll.
3.      Perubahan-perubahan dan efek dalam hubungan keluarga pada akhir masa kanak-kanak
Kemerosotan dalam hubngan keluarga yang di mulai pada bagian akhir masa bayi terus berlangsung pada akhir masa kanak-kanak, hal ini yang menyebabkan perasaan tidak aman dan tidak bahagia. Dimana terjadi hubungan baik terhadap anak dan orangtua dan sanak saudara, dan tampaknya anak lebih menyukai pertemuan-pertemuan dalam keluarga. Namun sebenarnya anak lebih senang berhubungan dengan teman-temannya sendiri dan bersikap kritis serta membenci orang tua dan sanak keluarga yang lain.
a.    Efek dari hubungan keluarga
Pengaruh yang mendalam dari hubungan anak dan keluarga jelas terlihat daam bidang  kehidupan sebagai berikut :
Ø  Pekerjaan di sekolah dan sikap anak terhadap sekolah sangat di pengaruhi oleh hubungannya dengan anggota keluarga. Hubungan keluarga sehat dapat menimbulkan dorongan untuk berprestasi, sedangkan hubungan keluarga yang tidak sehat dapat memberi efek yang buruk terhadap kemampuan berkonsentrasi anak.
Ø  Hubungan keluarga dapat mempengaruhi penyesuaian diri secara social di luar rumah.
Ø  Peran yang dimainkan di rumah menentukan peran di luar rumah.
Ø  Jenis metode pelatihan anak yang digunakan di rumah mempengaruhi peran anak.
Ø  Cita-cita dan prestasi anak di berbagai bidang sangat di pengaruhi oleh sikap orang tua.
Ø  Apakah anak akan bersikap kreatif atau bersikap konformistis dalam perilaku sangat di pengaruhi oleh pelatihan di rumah.
Ø  Hubungan keluarga sangat besar pengaruhnya dalam perkembangan kepribadian anak-anak. Pendangan anak-anak tentang diri mereka sendiri merupakan cerminan langusng dari apa yang di nilai dan cara mereka di perlakukan oleh anggota-anggota keluarga.
4.      Perubahan-perubahan kepribadian
Dengan meluasnya cakrawala sosial pada saat anak masuk sekolah, banyak faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadiannya. Perubahan ini tidak hanya terjadi ada konsep diri, tetapi juga pada sifat-sifat orang lain yang di nilai dan di kagumi dan juga perubahan-perubahan yang terjadi pada sifat anak itu sendiri.
a.       Konsep diri ideal
Menjelang berakhirnya masa kanak-kanak, anak mulai mengagumi tokoh-tokoh dalam sejarah, cerita khayal, kemudian anak membentuk konsep diri yang ideal seperti tokoh yang diinginkannya.
b.      Mencari Identitas
Anak-anak pada umumnya memasuki periode akhir masa kanak-kanak dan berminat dalam keanggotaan kelompok, mereka sangat ingin menyesuaikan mulai dari gaya berbicara sampai dengan standar penampilan yang di tetapkan kelompok tersebut. Karena mereka takut kehilangan dukungan dari anggota kelompok, mereka berusaha meniru namun kadang-kadang berlebihan. 
5.      Bahaya dan Kebahagiaan pada masa akhir kanak-kana
a.    Bahaya pada  akhir masa kanak kanak
·         Bahaya fisik
Bahaya fisik meliputi :Perubahan bentuk tubuh, Bentuk tubuh yang tidak sesuai, Kecelakaan, Ketidakmampuan fisik, Rasa canggung, dan Kesederhanaan.
·         Bahaya Psikologis
Bahaya Psikologiyaitu:Cemas, Emosinya tidak stabil, Tidak percaya diri, Selalu membandingkan keadaan dirinya dengan orang lain. 
b.    Kebahagiaan pada masa akhir kanak-kanak
Akhir masa kanak-kanak dapat dan harus merupakan periode bahgaia dalam rentang kehidupan. Meskipun periode ini bukan masa yang sepenuhnya gembira karena anak di harapkan memikul tambahan tanggung jawab di sekolah dan tambahan di rumah, keberhasilan dalam melaksanakan tanggung jawab ini, terlebih yang dianggap penting oleh orang-orang akan menambah kebahagiaan.
Anak memiliki kesempatan yang luas untuk bermain dan untuk memperoleh alat bermain yang dibutuhkan seperti teman-teman sebayanya, kecuali kalau timbul kondisi yang luar biasa.
Anak yang berbahagia pada akhir masa kanak-kanak belum tentu merasa bahagia pada tahap-tahap selanjutnya, tetapi kondisi-kondisi yang menimbulkan kebahagiaan dalam periode ini juga akan menimbulkan kebahagiaan pada periode berikutnya.
Sekalipun kebahagiaan yang dialami pda periode ini tidak emnjamin kebahagiaan seumur hidup, tetapi kondisi-kondisi yang menimbulkan kebahagiaann akan terus memberikan kebahagiaan pada tahun-tahun berikutnya, terutama bila tiga faktor kebahagiaan terpenuhi, yaitu penerimaan/dukungan, kasih sayang, dan prestasi.



BAB III
PENUTUP

Rentang waktu akhir masa kanak-kanak ternyata mempunyai ukuran tersendiri untuk setiap individu sampai dirinya matang secara seksual, biasanya rentang waktu antara enam sampai tiga belas tahun untuk anak perempuan dan enam sampai empat belas tahun untuk anak laki-laki. Mengapa setiap individu tidak sama proses akhir pematangan seksualnya, hal ini disebabkan oleh berbedanya kandungan hormon setiap manusia. Untuk mereka yang kandungan hormonnya banyak maka dapat di pastikan anak ini akan mencapai kematangan seksual pada usia yang lebih cepat.
Masa akhir kanak-kanak menjadi begitu significant untuk di bahas karena didalamnya terdapat beberapa hal seperti perubahan-perubahan kepribadian, pencarian identitas, dan memulai adanya peniruan terhadap konsep diri. Di rentang akhir masa kanak-kanak juga terdapat beberapa bahaya seperti :
Bahaya pada akhir masa kanak-kanak
a.       Bahaya fisik
Bahaya fisik meliputi :Perubahan bentuk tubuh, Bentuk tubuh yang tidak sesuai, Kecelakaan, Ketidakmampuan fisik, Rasa canggung, dan Kesederhanaan.
b.      Bahaya Psikologis
Bahaya Psikologiyaitu:Cemas, Emosinya tidak stabil, Tidak percaya diri, Selalu membandingkan keadaan dirinya dengan orang lain. 
            Yang menjadikannya begitu penting untuk kita bahas. Secara ringkas, banyak sekali perubahan yang terjadi pada akhir masa kanak-kanak baik itu secara fisik maupun psikis, perubahan dan pertumuhan ini disebabkan oleh dua faktor yaitu :
1.      Faktor heredokonstitusionil
2.      Faktor lingkungan (pranatal dan pascanatal)


DAFTAR PUSTAKA


Hurlock, Elizabeth B. Psikologi Perkembangan, Jakarta : Erlangga Edisi Kelima





AWAL DAN AKHIR MASA KANAK KANAK


Disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah
Pengembangan dan Bimbingan Peserta Didik






logo stkip.jpg







Disusun Oleh:

NAMA      : ISMA HADIYANTI
NIM          : 10512009                       
KELAS     : 1-C







JURUSAN MATEMATIKA

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP)GARUT
2011

KATA PENGANTAR



Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena merkat rahmat dan karunianya saya dapat menyelesaikan makalah  “Awal dan Akhir Masa Kanak-kanak” ini tepat pada waktu yang telah ditentukan.yang akan digunakan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengembangan dan Bimbingan Peserta Didik.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membutuhkannya.
Namun makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,segala kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk masa yang akan datang.



Garut,   Maret 2011
Penulis



i
 

 


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...........................................................................................       i
DAFTAR ISI ..........................................................................................................      ii
BAB       I     PENDAHULUAN 
A. . Latar Belakang ...........................................................................      1
B.  Rumusan Masalah .......................................................................      1
C.  Tujuan .........................................................................................      1
D. . Metode penulisan .......................................................................      1
BAB     II     PEMBAHASAN
A.      Awal Masa Kanak-Kanak  .........................................................      2
1.      Ciri dan Tugas pada Awal Masa Kanak-kanak ....................      2
2.      Perkembangan Fisik dan Kebiasaan Psikologis ....................      3
3.      Keterampilan dan Kemajuan pada Awal Masa Kanak-kanak     3
4.      Emosi dan Sosialisasi pada Awal Masa Kanak-kanak .........      4
5.      Bermain dan Pengembangan Pengertian ..............................      4
6.      Minat dan Golongan Peran Seks ..........................................      5
7.      Hubungan Keluarga dan Perkembangan Kepribadian .........      6
8.      Bahaya dan Kebahagiaan pada Awal Masa Kanak-kanak ...      7
B.       Akhir Masa Kanak-Kanak ..........................................................      7
1.      Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan   8
2.      Perkembangan Sosial pada Akhir Masa Kanak-kanak .........      8
3.      Perubahan dan Efek dalam Hubungan Keluarga .................      9
4.      Perubahan-perubahan Kepribadian .......................................    10
5.      Bahaya dan Kebahagiaan pada Akhir Masa Kanak-kanak ..    10
BAB    III     PENUTUP
                     Kesimpulan ........................................................................................    12

ii
 


ii
 
DAFTAR PUSTAKABAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Akhir masa kanak-kanak (late childhood) berlangsung dari usia 6 tahun sampai tiba saatnya individu menjadi matang secara seksual. Pada awal dan akhir, masa akhir kanak-kanak di tandai dengan masuknya anak ke kelas satu. Bagi sebagian besar anak, hal ini merupakan perubahan besar dalam pola kehidupan anak, juga bagi anak yang telah pernah mengalami situasi prasekolah selama satu tahun. Sementara, menyesuaikan diri dengan tuntutan dan harapan baru dari kelas satu, kebanyakan anak berada dalam keadaan tidak seimbang. Anak mengalami gangguan emosional sehingga sulit untuk hidup bersama dan bekerjasama. Masuk kelas satu, merupakan peristiwa penting bagi kehidupan setiap anak sehingga dapat mengakibatkan perubahan dalam sikap, nilai, dan perilaku.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana cirri ciri awal masa kanak kanak?
2.      Apa saja perkembangan fisik pada awal masa kanak kanak?
3.      Tugas apa saja pada awal masa kanak kanak?
4.      Apa saja factor yang mempengaruhi banyaknya anak berbicara?
5.      Mengapa hubungan antara keluarga penting pada awal masa kanak kanak?

C.    Tujuan Penulisan
Makalah ini dibuat guna memenuhi tugas mata kuliah perkembangan dan bimbingan peserta didik  dan untuk menambah wawasan kita mengenai masa akhir kanak-kanak yag membawa banyak perubahan terhadap sikap anak.

D.    Metode Penulisan
Dalam pembuatan makalah ini, kami menggnakan proses pencarian terhadap buku-buku yang relevan terhadap pembahasan akhir masa kanak-kanak, selain itu kami juga mengadakan searching di website untuk mencari bahan yang sesuai dengan makalah ini.



BAB II
PEMBAHASAN

A.   Awal Masa Kanak-Kanak
Pada umumnya orang berpendapat bahwa pada masa kanak-kanak merupakan masa yang terpanjang dalam rentang kehidupan. Masa kanak-kanak dimulai setelah melewati masa bayi yang penuh ketergantungan, yakni kira-kira usia dua tahun sampai anak matang secara seksual, kira-kira 13 tahun untuk wanita dan 14 tahun untuk pria. Setelah anak matang secara seksual, maka ia disebut remaja.
Secara luas diketahui bahwa masa kanak-kanak dibagi menjadi dua periode yang berbeda, yaitu awal dan akhir masa kanak-kanak.Periode awal berlangsung dari umur dua sampai enam tahun dan periode akhir dari enam sampai tiba saatnya anak matang secara seksual.
Garis pemisah antara awal dan akhir masa kanak-kanak, yaitu pertama, pemisahan ini khususnya digunakan untuk anak-anak yang sebelum mencapai usia wajib belajar diperlakukan sangat berbeda dari usia yang sudah masuk sekolah. Kedua, kanak-kanak pada usia enam tahun itu adalah efek dari faktor-faktor sosial.
1.      Ciri-Ciri  dan Tugas Pada Awal Masa Kanak-Kanak
a.       Ciri ciri Pada Awal Masa Kanak-Kanak
Ciri dari periode awal masa kanak-kanak tercermin dalam sebutan yang biasanya diberikan oleh para orang tua, pendidik, dan ahli psikologi.
a)      Sebutan yang Digunakan Orang Tua
Sebagian besar orang tua menganggap awal masa kanak-kanak sebagai usia yang mengundang masalah atau usia sulit.
b)         Sebutan yang Digunakan Para Pendidik
Para pendidik menyebut tahun-tahun awal masa kanak-kanak  sebagai usia prasekolah.
c)      Sebutan yang Digunakan Para Ahli Psikolog
Para ahli psikologi menggunakan sejumlah sebutan yang berbeda :
·     Usia kelompok
·     Usia menjelajah
·     Usia meniru
b.      Tugas Dalam Perkembangan Pada Awal Masa Kanak-Kanak
Meskipun dasar dari tugas dalam perkembangan yang diharapkan sudah dikuasai anak sebelum mereka masuk sekolah diletakan selama masa bayi, tetapi masih banyak yang harus dipelajari dalam waktu empat tahun yaitu dalam periode awal masa kanak kanak yang relatif singkat.
2.      Perkembangan Fisik dan Kebiasaan Psilogis
a.       Perkembangan Fisik
Awal masa kanak-kanak merupakan masa pertumbuhan yang relatif seimbang meskipun terdapat perbedaan musim, bulan Juli sampai pertengahan Desember merupakan saat yang terbaik untuk peningkatan berat badan April sampai pertengahan Agustus untuk peningkatan tinggi tubuh.perkembangan fisik anak pada awal masa kanak kanak meliputi:Tinggi,Berat,Perbandingan Tubuh,Postur Tubuh,Tulang dan Otot,Lemak,Gigi
b.      Kebiasaan Fsiologis
Dalam awal masa kanak kanak, kebiasaan fsiologis yang dasarnya sudah diletakan pada masa bayi menjadi semakin baik. Tidak perlu disediakan makanan khusus dan anak belajar makan pada waktu waktu tertentu.Anak-anak usia tiga tahun tidur sekitar dua belas jam sehari. Tahun-tahun berikutnya jumlah tidur sehari-hari rata-rata berkurang sekitar setengah jam dari tahun sebelumnya.
3.      Keterampilan dan Kemajuan Pada Awal Masa Kanak-Kanak
a.       Keterampilan Awal Masa Kanak-Kanak
Pertama, anak sedang mengulang-ulang dan karenanya dengan senang hati mau mengulangsuatu aktivitas sampai mereka terampil melakukannya. Kedua, anak-anak bersifat pemberani sehingga tidak terhambat oleh rasa takut kalau dirinya mengalami sakit atau di ejek teman-temannya sebagaimana ditakuti anak yang lebih besar. Dan ketiga, anak belia mudah dan cepat belajar karena tubuh mereka masih sangat lentur dan keterampilan yang dimiliki baru sedikit sehingga keterampilan yang baru dikuasai tidak mengganggu keterampilan yang sudah ada.  Keterampilan khusus yang dimiliki pada awal masa anak-kanak yaitu:
·            Keterampilan tangan
·            Keterampilan kaki
b.      Kemajuan Berbicara Dalam Awal Masa Kanak-Kanak
Selama awal masa kanak-kanak, anak-anak memiliki keinginan yang kuat untuk belajar berbicara. Hal ini disebabkan dua hal. Pertama, belajar berbicara merupakan sarana pokok dalam sosialisasi. Kedua, belajar berbicara merupakan sarana untuk memperoleh kemandirian.Tugas dalam belajar bicara pada awal masa kanak-kanak yaitu:Pengucapan kata-kata,Menambah kosa kata,Membentuk kalimat.sertaFaktor-faktor yang mempengaruhi banyaknya anak berbicara yaitu:Intelegensi,Jenis disiplin,Posisi urutan,Besarnya keluarga,Status sosial ekonomi,Status  ras,Berbahasa dua,Penggolongan peran-seks
4.      Emosi dan Sosioalisasi Awal Masa Kanak-Kanak
a.       Emosi Awal Masa Kanak-Kanak
Selama awal masa kanak kanak emosi sangat kuat .saat ini merupakan saat ketidakseimbangan karena anak anak keluar dari focus dalam arti bahwa ia mudah terbawa ledakan ledakan emosional sehingga sulit dibimbing dan diarahkan. terutama pada usia 2,5 sampai 3,5 dan 5,5 sampai 6,5 tahun.Emosi yang Umum Pada Awal Masa Kanak-kanak  yaitu:Amarah, Takut, Cemburu, Ingin tahu, Iri hati, Gembira, Sedih, Kasih saying.
b.      Sosialisasi Awal Masa Kanak-Kanak
Salah satu tugas perkembangan awal masa kanak –kanak yang penting adalah latihan dan pengalaman pendahuluan yang di perlukan untuk manjadi anggota kelompok dalam akhir masa kanak- kanak.Jadi awal masa kanak kanak di sebut sebagai masa prakelompok .
Dengan meningkatnya sosial ,anak terlibat dalam bermain kooperatip ,dimana ia menjadi anggota kelompok dan saling beriteraksi. Pola Perilaku Sosial yang tejadi antara lain Meniru ,Persaingan ,Kerja sama , Simpati, Empati, Dukungan social, Membagi, Perilaku akrab.dan Pola tidak social yang terjadi antara lain yaitu: Agresif, Perilaku berkuasa, Memikirkan diri sendiri, Mementingkan Diri sendiri, Merusak, Pertentangan Sex, Prasangka.
5.      Bermain dan Pengembangan Pengertian Pada Awal Masa Kakak-Kanak
a.       Bermain Paada Awal Masa Kanak-kanak
Massa awal kanak-kanak sering disebut sebagai  tahap main mainan, karena dalam periode ini hamper semua permainan menggunakan mainan.Minat bermain anak anak mengikuti suatu pola yang sangat dipengaruhi oleh kematangan dalam bentuk permainan tertentu dan oleh lingkungan dimana ia dibesarkan.
Ada bermacam macam Pola Bermain Awal Masa Kanak-kanak yaitu: Bermain dengan mainan, Dramatisasi, Konstruksi, Permainan, Membaca, Film, Radio, dan Televisi.
Anak yang kreatif  menghabiskan sebagian besar waktu bernain untuk menciptakan sesuatu yang orisinal dari mainan-mainan dan alat-alat bermain, sedangkan anak yang tidak kreatif mengikuti pola yang sudah dibuat oleh orang lain.
b.      Perkembangan Pengertian
Dalam masa ini anak anak mulai memperhatikan hal hal kecil yang tadinya tidak diperhatikan. dengan demikian anak anak tidak lagi mudah bingung kalau menghadapi benda benda,situasi atau orang orang yang jadi lebih khusus dan lebih berarti bagi dirinya. konsep umum yang berkembang selama masa awal kanak kanak yaitu: kehidupan, kematian, fungsi tubuh, ruang,berat, bilangan, waktu, diri sendiri, kesadaran social, keindahan, dan kelucuan.
6.      Minat dan golongan peran seks
a.       Minat
Ada beberapa minat yang berlaku umum diantara anak-anak dalam kebudayaan Amerika masa kini. Minat-minat ini meliputi minat [ada Agama, tubuh manusia, diri sendiri, sek, dan pakaian.
·         Minat pada Agama 
Keyakinan agama, sebagian besar tidak terarah lagi anak-anak meskipun mereka menunjukan minat dalam ibadah agama. Tetapi karena banyaknya maslah kepada anak maka dijelaskan agama seperti kelahiran, kematian, pertumbuhan, dan unsur-unsurnya dengan mengetahui itu semua maka keinginan akan mengetahui tentang masalah-masalah agama menjadi besar dan merekapun akan menajukan banyak pertanayaan
·         Minat pada tubuh manusia
Minat timbul terlebih dahulu pada anggota bagian luar tubuh daripada minat pada bagian dalam tubuh. Tapi sebelum periode iut berakhir, kebanyakan anak menunjukan minat biar pada bagian dalam tubuh dan ingin mengetahui jiwa apa fungsinya. 
b.      Penggolongan Peran Seks
Meskipun beberapa dasar dari penggolongan peran seks sudah diletakan pada masa akhir bayi, tetapi sebagian besar dasar ini diletakkan selama awal masa kanak-kanak.
Dalam tahap perkembangan pola ini, anak diharapkan menguasai dua aspek penting dari penggolongan seks yaitu:
·         Mempelajari Stereotip Peran-Seks
Stereotip peran seks adalah sekumpulan arti yang dihubngkan dengan kelompok laki-laki dan kelompok peraempuan. Arti ini berhubungan dengan penampilan dan bentuk tubub individu yang sesuaai, jenis pakaian, cara berbicara dan perilaku yang sesuai perilaku yang baik dalam menghadapi lawan seks dan cara yang sesuai untuk mencapai nafkah pada masa dewasa.
·         Perantara Penggolongan Peran Seks
Mempelajari stereotip peran seks tidak menjamin penggolongan peran seks. Anak-anak harus belajar untuk berperilaku sesuai dengan pola-pola yang digariskan dalam stereotip. Hal ini sebgaian dilakukan dengan meniru tetapi lebih banyak melalui latihan langsung  dimana anak diperlatihkan bagaimana menriu suatu model dan didorong melakukannya ataupun dimarahi kalau gagal melakukannya.
7.      Hubungan Keluarga dan Perkembangan Kepribadian Pada Awal Masa Kanak-Kanak
a.       Hubungan Keluarga
Sekalipun anak-anak sudah mulai bermain dengan anak-anak lain di luar rumah, keluarga masih merupakan pengaruuh sesialisasi yang terpenting. Tidak hanya lebih banyak kontak dengan anggota-anggota keluarga daripada dengan orang-orang lain tetapi hubungan itu lebih erat. Lebih hangat dan lebih bernada emosional. Hubungan kelaurga yang erat ini pengaruhnya lebih besar pada anak daripada pengaruh-pengaruh sosial lainnya. Namun demikian, berapa besar penagaruh dari anggota keluarga bergantung pada hubungan individualnya dengan anak.
Ø  Hubungan Orang Tua – Anak
Perubahan-perubahan dalam hubungan orang tua anak yang dimulai sejak tahun kedua masa bayi berlangsung terus selama awal masa kanak-kanak dan biasanya dalam tingkat yang lebih cepat.
Ø  Hubungan dengan Saudara
Hubungan yang menyenangkan antara bayi dan saudara-saudara mulai berkurang dalam tahun kehidupan kedua dan pada sat bayi menjadi anak-anak hubungan ini seringkali mengalami pergeseran. Adanya pergesekan hubungan ini tidak saja merusak suasana rumah tetapi juga mengganggu konsep diri anak. Anak-anak dipaksa merasa kurang mampu, apalagi kalau apa yang dicapai dikritik dan dicemoohkan oleh kakak-kakaknya.
Ø  Hubungan dengan Sanak Keluarga
Ada dua kondisi dalam hubungan dengan sanak keluarga sehingga dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak. Pertama, frekuensi hubungan. Kalau keluarga tinggal dalam masyarakat yang berbeda atau di kota atau negara yang berlainan maka hubungan antar anak dengan sanak akan jarang. Keuda peran anak saudara dalam kehidupan anak.

b.      Perkembangan Kepribadian
Pola kepribadian yang dasarnya telah diletakkan pada masa bayi, mulai berbentuk dalam awal masa kanak-kanak. Karena orang tua, saudara-saudara kandung dan sanak saudara yang lain merupakan dunia sosial bagi anak-anak, maka bagimana perasaan mereka kepada anak-anak dan bagimana perlakuan mereka merupakan faktor penting dalam pembentukan konsep diri, yaitu inti pola keperibadian. Inilah sebabanya mengapa Glasner mengatakan bahwa konsep diri anak “terbentuk dalam rahim hubungan keluarga”
8.       Bahaya dan Kebahagiaan Pada Awal Masa Kanak-Kanak
a.       Bahaya Pada Awal Masa Kanak-Kanak  
Bahaya psikologis  pada awal  kanak-kanak lebih banyak dari pada bahaya fisik dan lebih merusak penyesuaian pribadi serta  penyesuaian social fisik
·         BahkayafisikmeliputiKematian,Penyakit,Kecelakaan,Tidak menarik,Kejanggalan,Kegemukan,Tangan Kidal
·         Bahaya psikologis meliputi Bahaya dalam Berbicara, Bahaya Emosional, Bahaya Sosial, Bahaya Bermain, Bahaya dalam Perkembangan Konsep, Bahaya Moral, Bahaya dalam penggolongan Peran Seks, Bahaya dalam Hubungan Keluarga, Bahaya Kepribadian
b.      Kebahagiaan Selama Awal Masa Kanak-Kanak
Beberapa kondisi penting yang mendukung kebahagiaan dalam awal masa kana-kanak yaitu:Kesehatan yang baik, Lingkungan yang merangsang, Kebijakan dalam menegakan disiplin, Perilaku kekanak-kanakan, Mengembangkan ekspresi-ekpresi  kasih saying, Harapan-harapan yang realistis sesuai dengan kemampuan anak, Mendorong kreativitas dalam bermain, Diterima oleh saudara-saudara kandung dan teman bermain, Suasana gembira dan bahagia di rumah, Prestasi dalm kegiatan yang penting bagi anak.

B.     Akhir Masa Kanak Kanak
Akhir masa kanak-kanak yang berlangsung dari enam tahun sampai sepuluh tahun sampai dengan anak mengalami kematangan seksual yaitu sekitar tiga belas tahun bagi anak perempuan dan empat belas tahun agi anak laki-laki, oleh oang tua disebut sebagai ‘usia yang menyulitkan, tidak rapi, atau usia bertengkar, oleh para pendidik disebut sebagai usia berkelompok, usia penyesuaian, atau usia kreatif. Pertumbuhan fisik yang lambat pada ahir masa kanak-kanak dipengaruhi oleh kesehatan, gizi, imunisasi, sex, dan intelegensi.
Peraihan dari masa akhir  kanak-kanak ke masa awal pubertas dapat dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Seorang anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi.
  2. Anak mulai bersikap kritis.
1.      Faktor yang dapat mempengarui pertumbuhan dan perkembangan anak adalah sebagai berikut:
a.       Faktor heredokonstusionil
Gen yang terdapat di dalam nukleus dari telur yang dibuahi pada masa embrio mempunyai sifat tersendiri pada tiap individu. Manifestasi hasil perbedaan antara gen ini dikenal sebagai hereditas. DNA yang membentuk gen mempunyai peranan penting dalam transmisi sifat-sifat herediter. Timbulnya kelainan familial, kelainan khusus tertentu, tipe tertentu dan dwarfism adalah akibat transmisi gen yang abnormal..Sifat-sifat emosionil seperti perasaan takut, kemauan dan temperamen lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan dibandingkan dengan hereditas.
b.       Faktor lingkungan
§  Gizi (defisiensi vitamin, jodium dan lain-lain).Dengan menghilangkan vitamin tertentu dari dalam makanan binatang yang sedang hamil, Warkany menemukan kelainan pada anak binatang tersebut. kurang makanan selama kehamilan dapat meningkatkan angka kelahiran mati dan kematian neonatal.
§  Mekanis (pita amniotik, ektopia, posisi fetus yang abnormal, trauma, oligohidroamnion).
§  Endokrin (diabetes mellitus pada ibu, hormon yang dimakan, umur tua dan lain-lain).
§  Radiasi (sinar Rontgen, radium dan lain-lain).Pemakaian radium dan sinar Rontgen yang tidak mengikuti aturan dapat mengakibatkan kelainan pada fetus.
§  Infeksi (trimester I: rubella dan mungkin penyakit lain, trimester II dan berikutnya: toksoplasmosis, histoplasmosis, sifilis dan lain-lain).
§  Anoksia embrio (gangguan fungsu plasenta)Keadaan anoksia pada embrio dapat mengakibatkan pertumbuhannya terganggu.
2.      Perkembangan sosial pada akhir masa kanak-kanak
Pada saat anak memasuki masa sekolah, maka ia melakukan hubungan yang lebih banyak dengan anak lain, berbeda pada waktu masa prasekolah. Pada waktu masa sekolah, anak memasuki usia ‘gang’, yaitu usia yang pada saat itu kesadaran sosial berkembang dengan pesat. Dalam hal ini anak memasuki tahap menjadi anggota suatu kelompok teman sebaya yang secara bertahap menggantikan keluarga dalam mempengaruhi perilaku. Menurut Havighurst ‘kelompok teman sebaya’ didefinisikan sebagai suatu kumpulan yang kurang lebih berusia sama yang berfikir dan bertindak bersama-sama.
Geng pada umumnya adalah kelompok bermain yang terdiri atas anak-anak yang mempunyai minat, dan tujuan yang sama yaitu untuk bersenang-senang.
Ciri-ciri khas Geng Anak :
·         Geng di kenal kaena namanya, yang kebanyakan diantaranya di ambil dari nama jalan atau blok tempat tinggal para anggota, atau dari buku komik, dan film populer.
·         Anggota Geng menggunakan isyarat, kata teguran dan kode komunitas rahasia.
·         Geng anak sering menggunakan tanda pengenal, dengan atribut untuk mengenal anggotanya.
·         Aktifitas geng meliputi semua bentuk permainan dan hiburan kelompok, membuat sesuatu, menganaggu oranglain, dll.
3.      Perubahan-perubahan dan efek dalam hubungan keluarga pada akhir masa kanak-kanak
Kemerosotan dalam hubngan keluarga yang di mulai pada bagian akhir masa bayi terus berlangsung pada akhir masa kanak-kanak, hal ini yang menyebabkan perasaan tidak aman dan tidak bahagia. Dimana terjadi hubungan baik terhadap anak dan orangtua dan sanak saudara, dan tampaknya anak lebih menyukai pertemuan-pertemuan dalam keluarga. Namun sebenarnya anak lebih senang berhubungan dengan teman-temannya sendiri dan bersikap kritis serta membenci orang tua dan sanak keluarga yang lain.
a.    Efek dari hubungan keluarga
Pengaruh yang mendalam dari hubungan anak dan keluarga jelas terlihat daam bidang  kehidupan sebagai berikut :
Ø  Pekerjaan di sekolah dan sikap anak terhadap sekolah sangat di pengaruhi oleh hubungannya dengan anggota keluarga. Hubungan keluarga sehat dapat menimbulkan dorongan untuk berprestasi, sedangkan hubungan keluarga yang tidak sehat dapat memberi efek yang buruk terhadap kemampuan berkonsentrasi anak.
Ø  Hubungan keluarga dapat mempengaruhi penyesuaian diri secara social di luar rumah.
Ø  Peran yang dimainkan di rumah menentukan peran di luar rumah.
Ø  Jenis metode pelatihan anak yang digunakan di rumah mempengaruhi peran anak.
Ø  Cita-cita dan prestasi anak di berbagai bidang sangat di pengaruhi oleh sikap orang tua.
Ø  Apakah anak akan bersikap kreatif atau bersikap konformistis dalam perilaku sangat di pengaruhi oleh pelatihan di rumah.
Ø  Hubungan keluarga sangat besar pengaruhnya dalam perkembangan kepribadian anak-anak. Pendangan anak-anak tentang diri mereka sendiri merupakan cerminan langusng dari apa yang di nilai dan cara mereka di perlakukan oleh anggota-anggota keluarga.
4.      Perubahan-perubahan kepribadian
Dengan meluasnya cakrawala sosial pada saat anak masuk sekolah, banyak faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadiannya. Perubahan ini tidak hanya terjadi ada konsep diri, tetapi juga pada sifat-sifat orang lain yang di nilai dan di kagumi dan juga perubahan-perubahan yang terjadi pada sifat anak itu sendiri.
a.       Konsep diri ideal
Menjelang berakhirnya masa kanak-kanak, anak mulai mengagumi tokoh-tokoh dalam sejarah, cerita khayal, kemudian anak membentuk konsep diri yang ideal seperti tokoh yang diinginkannya.
b.      Mencari Identitas
Anak-anak pada umumnya memasuki periode akhir masa kanak-kanak dan berminat dalam keanggotaan kelompok, mereka sangat ingin menyesuaikan mulai dari gaya berbicara sampai dengan standar penampilan yang di tetapkan kelompok tersebut. Karena mereka takut kehilangan dukungan dari anggota kelompok, mereka berusaha meniru namun kadang-kadang berlebihan. 
5.      Bahaya dan Kebahagiaan pada masa akhir kanak-kana
a.    Bahaya pada  akhir masa kanak kanak
·         Bahaya fisik
Bahaya fisik meliputi :Perubahan bentuk tubuh, Bentuk tubuh yang tidak sesuai, Kecelakaan, Ketidakmampuan fisik, Rasa canggung, dan Kesederhanaan.
·         Bahaya Psikologis
Bahaya Psikologiyaitu:Cemas, Emosinya tidak stabil, Tidak percaya diri, Selalu membandingkan keadaan dirinya dengan orang lain. 
b.    Kebahagiaan pada masa akhir kanak-kanak
Akhir masa kanak-kanak dapat dan harus merupakan periode bahgaia dalam rentang kehidupan. Meskipun periode ini bukan masa yang sepenuhnya gembira karena anak di harapkan memikul tambahan tanggung jawab di sekolah dan tambahan di rumah, keberhasilan dalam melaksanakan tanggung jawab ini, terlebih yang dianggap penting oleh orang-orang akan menambah kebahagiaan.
Anak memiliki kesempatan yang luas untuk bermain dan untuk memperoleh alat bermain yang dibutuhkan seperti teman-teman sebayanya, kecuali kalau timbul kondisi yang luar biasa.
Anak yang berbahagia pada akhir masa kanak-kanak belum tentu merasa bahagia pada tahap-tahap selanjutnya, tetapi kondisi-kondisi yang menimbulkan kebahagiaan dalam periode ini juga akan menimbulkan kebahagiaan pada periode berikutnya.
Sekalipun kebahagiaan yang dialami pda periode ini tidak emnjamin kebahagiaan seumur hidup, tetapi kondisi-kondisi yang menimbulkan kebahagiaann akan terus memberikan kebahagiaan pada tahun-tahun berikutnya, terutama bila tiga faktor kebahagiaan terpenuhi, yaitu penerimaan/dukungan, kasih sayang, dan prestasi.



BAB III
PENUTUP

Rentang waktu akhir masa kanak-kanak ternyata mempunyai ukuran tersendiri untuk setiap individu sampai dirinya matang secara seksual, biasanya rentang waktu antara enam sampai tiga belas tahun untuk anak perempuan dan enam sampai empat belas tahun untuk anak laki-laki. Mengapa setiap individu tidak sama proses akhir pematangan seksualnya, hal ini disebabkan oleh berbedanya kandungan hormon setiap manusia. Untuk mereka yang kandungan hormonnya banyak maka dapat di pastikan anak ini akan mencapai kematangan seksual pada usia yang lebih cepat.
Masa akhir kanak-kanak menjadi begitu significant untuk di bahas karena didalamnya terdapat beberapa hal seperti perubahan-perubahan kepribadian, pencarian identitas, dan memulai adanya peniruan terhadap konsep diri. Di rentang akhir masa kanak-kanak juga terdapat beberapa bahaya seperti :
Bahaya pada akhir masa kanak-kanak
a.       Bahaya fisik
Bahaya fisik meliputi :Perubahan bentuk tubuh, Bentuk tubuh yang tidak sesuai, Kecelakaan, Ketidakmampuan fisik, Rasa canggung, dan Kesederhanaan.
b.      Bahaya Psikologis
Bahaya Psikologiyaitu:Cemas, Emosinya tidak stabil, Tidak percaya diri, Selalu membandingkan keadaan dirinya dengan orang lain. 
            Yang menjadikannya begitu penting untuk kita bahas. Secara ringkas, banyak sekali perubahan yang terjadi pada akhir masa kanak-kanak baik itu secara fisik maupun psikis, perubahan dan pertumuhan ini disebabkan oleh dua faktor yaitu :
1.      Faktor heredokonstitusionil
2.      Faktor lingkungan (pranatal dan pascanatal)


DAFTAR PUSTAKA


Hurlock, Elizabeth B. Psikologi Perkembangan, Jakarta : Erlangga Edisi Kelima





AWAL DAN AKHIR MASA KANAK KANAK


Disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah
Pengembangan dan Bimbingan Peserta Didik






logo stkip.jpg







Disusun Oleh:

NAMA      : ISMA HADIYANTI
NIM          : 10512009                       
KELAS     : 1-C







JURUSAN MATEMATIKA

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP)GARUT
2011

KATA PENGANTAR



Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena merkat rahmat dan karunianya saya dapat menyelesaikan makalah  “Awal dan Akhir Masa Kanak-kanak” ini tepat pada waktu yang telah ditentukan.yang akan digunakan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengembangan dan Bimbingan Peserta Didik.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membutuhkannya.
Namun makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,segala kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk masa yang akan datang.



Garut,   Maret 2011
Penulis



i
 

 


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...........................................................................................       i
DAFTAR ISI ..........................................................................................................      ii
BAB       I     PENDAHULUAN 
A. . Latar Belakang ...........................................................................      1
B.  Rumusan Masalah .......................................................................      1
C.  Tujuan .........................................................................................      1
D. . Metode penulisan .......................................................................      1
BAB     II     PEMBAHASAN
A.      Awal Masa Kanak-Kanak  .........................................................      2
1.      Ciri dan Tugas pada Awal Masa Kanak-kanak ....................      2
2.      Perkembangan Fisik dan Kebiasaan Psikologis ....................      3
3.      Keterampilan dan Kemajuan pada Awal Masa Kanak-kanak     3
4.      Emosi dan Sosialisasi pada Awal Masa Kanak-kanak .........      4
5.      Bermain dan Pengembangan Pengertian ..............................      4
6.      Minat dan Golongan Peran Seks ..........................................      5
7.      Hubungan Keluarga dan Perkembangan Kepribadian .........      6
8.      Bahaya dan Kebahagiaan pada Awal Masa Kanak-kanak ...      7
B.       Akhir Masa Kanak-Kanak ..........................................................      7
1.      Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan   8
2.      Perkembangan Sosial pada Akhir Masa Kanak-kanak .........      8
3.      Perubahan dan Efek dalam Hubungan Keluarga .................      9
4.      Perubahan-perubahan Kepribadian .......................................    10
5.      Bahaya dan Kebahagiaan pada Akhir Masa Kanak-kanak ..    10
BAB    III     PENUTUP
                     Kesimpulan ........................................................................................    12

ii
 


ii
 
DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar